Share

Taliban Umumkan Susunan Kabinet Baru, Masih Bersifat Sementara

Agregasi VOA, · Rabu 08 September 2021 05:57 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 08 18 2467806 taliban-umumkan-susunan-kabinet-baru-masih-bersifat-sementara-jbHwV2aVWF.jpg Taliban umumkan susunan kabinet baru (Foto: Reuters)

KABUL โ€“ Taliban pada Rabu (7/9), mengumumkan susunan kabinetnya yang baru.Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid dalam konferensi pers di Pusat Informasi dan Media Pemerintah di Kabul mengatakan kabinet ini belum lengkap, masih bersifat sementara. Dia menjelaskan Taliban akan berupaya merangkul orang-orang dari bagian-bagian lain Afghanistan.

Jabatan menteri dalam negeri diberikan kepada Sirajuddin Haqqani, putra pendiri jaringan Haqqani, yang ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh Amerika Serikat (AS). Amir Khan Muttaqi, perunding Taliban di Doha dan anggota kabinet rezim pertama, diangkat menjadi menteri luar negeri.

Kemudiian Mullah Yaqub, putra Mullah Omar, pendiri dan bekas pemimpin tertinggi Taliban yang sudah tewas, ditunjuk menjadi menteri pertahanan.

Sebagai pemimpin pemerintahan baru, Taliban menunjuk bekas pemimpin Taliban yang dikenai sanksi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Mullah Mohammad Hassan Akhund. Adapun jabatan-jabatan penting diberikan kepada beberapa pejabat tingginya.

(Baca juga: Taliban Resmi Umumkan Pemerintah Baru Afghanistan)

Salah seorang pendiri Taliban, Mullah Hasan Akhund diangkat sebagai kepala pemerintahan baru Afghanistan, dan Mullah Abdul Ghani sebagai wakilnya.

Sementara itu, tidak jelas peran yang dimainkan pemimpin Taliban Mullah Haibatullah Akhundzada, yang tidak terlihat atau terdengar di depan umum sejak runtuhnya pemerintah yang didukung Barat dan perebutan Kabul oleh Taliban bulan lalu.

(Baca juga: Taliban Siap-Siap Bentuk Kabinet Baru, 50 Wanita Afghanistan Protes)

Taliban berulangkali berupaya meyakinkan warga Afghanistan dan negara-negara asing bahwa mereka tidak akan kembali pada kebrutalan pemerintahan terakhirnya, dua dekade lalu, yang ditandai dengan hukuman kekerasan dan pelarangan perempuan dan anak perempuan dari kehidupan publik.

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

Taliban menjanjikan pemerintah "inklusif" yang mewakili berbagai etnis Afghanistan meskipun perempuan tidak mungkin menjabat posisi penting.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Selasa (7/9) dengan hati-hati menanggapi pengumuman pemerintah baru Afghanistan oleh Taliban dan mengatakan bahwa Ankara akan mengikuti arah masa depan Afghanistan.

Dalam komentar pertamanya tentang penunjukan Mullah Mohammad Hassan Akhund sebagai pemimpin Taliban, Erdogan mengatakan tidak tahu berapa lama susunan pemerintahan baru saat ini akan bertahan.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dan Menteri Pertahanan Lloyd Austin, pada Selasa (7/9) memuji Qatar atas dukungannya selama pengangkutan udara besar-besaran Amerika dari Afghanistan bulan lalu.

Kedua pejabat itu berbicara, Selasa di sebuah konferensi pers di Doha bersama para menteri luar negeri dan pertahanan Qatar.

Blinken mengatakan bahwa Departemen Luar Negeri AS bekerja sama dengan Taliban untuk memfasilitasi penerbangan charter tambahan dari Kabul bagi orang-orang yang ingin meninggalkan Afghanistan setelah kepergian militer dan diplomatik Amerika.

โ€œKami saat ini sedang melakukan banyak diplomasi terkait hal ini. Kami juga telah terlibat dengan Taliban mengenai topik ini, termasuk dalam beberapa jam terakhir. Mereka mengatakan akan mengizinkan orang-orang dengan dokumen perjalanan pergi dengan bebas. Kita berpegang pada pernyataan tersebut," ujarnya.

Menteri Luar Negeri Qatar Mohammed bin Abdulrahman Al Thani mengatakan masih banyak yang harus dilakukan di bandara internasional Kabul untuk mempersiapkan penerbangan komersial. โ€œYang sudah diperbaiki adalah menjadikan bandara (Kabul) bisa menerima penerbangan charter. Kita sudah memulai penerbangan bantuan kemanusiaan sebagai uji coba dan perintis," terangnya.

Blinken dan Austin berada di Qatar untuk menyampaikan terimakasih kepada negara Teluk Arab terkait puluhan ribu orang yang berhasil dievakuasi dari Afghanistan setelah Taliban menguasai Kabul pada 15 Agustus.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini