AS Prihatin Rekam Jejak Menteri di Kabinet Baru Taliban

Susi Susanti, Okezone · Rabu 08 September 2021 09:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 08 18 2467904 as-prihatin-rekam-jejak-menteri-di-kabinet-baru-taliban-YMuCtoewDQ.jpg Taliban bentuk kabinet baru (Foto: Reuters)

WASHINGTON - Menanggapi pengumuman kabinet yang diumumkan Taliban pada Selasa (7/9), Amerika Serikat (AS) mengatakan prihatin tentang "afiliasi dan rekam jejak" dari beberapa orang yang disebutkan dalam pemerintahan baru Taliban.

"Kami juga menegaskan kembali harapan kami yang jelas bahwa Taliban memastikan bahwa tanah Afghanistan tidak digunakan untuk mengancam negara lain dan memungkinkan akses kemanusiaan untuk mendukung rakyat Afghanistan," kata juru bicara Departemen Luar Negeri dalam sebuah pernyataan.

Daftar anggota kabinet yang diumumkan oleh juru bicara Zabihullah Mujahid pada Selasa (7/9) didominasi oleh anggota lama kelompok itu. Kabinet baru ini juga tidak menyertakan kehadiran wanita sebagai menteri.

(Baca juga: Taliban Umumkan Kabinet Baru, Tidak Ada Wanita yang Menjadi Menteri)

Juru bicara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Farhan Haq mengatakan kepada wartawan di New York bahwa hanya "penyelesaian yang dinegosiasikan dan inklusif yang akan membawa perdamaian berkelanjutan ke Afghanistan".

Sementara itu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan dia akan mengikuti arah pemerintahan baru di masa depan. Dia mengatakan tidak tahu berapa lama susunan pemerintahan baru saat ini akan bertahan.

(Baca juga: Taliban Umumkan Susunan Kabinet Baru, Masih Bersifat Sementara)

“Seperti yang Anda ketahui sekarang, sulit untuk menyebutnya permanen, tetapi kabinet sementara telah diumumkan,” kata Erdogan kepada wartawan selama penampilan media bersama dengan Presiden DR Kongo Felix Tshisekedi yang sedang berkunjung.

Seperti diketahui, Taliban telah menunjuk Mohammad Hasan Akhund, ajudan dekat mendiang pendiri kelompok itu Mullah Omar, sebagai kepala pemerintahan sementara baru Afghanistan, beberapa minggu setelah mereka menguasai negara itu.

Akhund, penjabat perdana menteri, ada dalam daftar sanksi PBB. Berasal dari Kandahar, tempat kelahiran Taliban, Akhund sebelumnya adalah menteri luar negeri dan kemudian wakil perdana menteri selama tugas terakhir kelompok itu berkuasa dari 1996 hingga 2001. Dia adalah kepala lama badan pembuat keputusan Taliban yang kuat, Rehbari Shura, atau dewan kepemimpinan.

Abdul Ghani Baradar, kepala kantor politik Taliban, akan menjadi wakil pemimpin. Lalu Sirajuddin Haqqani, putra pendiri Jaringan Haqqani, ditunjuk sebagai menteri dalam negeri. Haqqani ditetapkan sebagai organisasi “teroris” oleh Amerika Serikat. Dia adalah salah satu orang yang paling dicari FBI.

(sst)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini