PBB Kutuk Tindakan Keras Taliban terhadap Demonstran

Agregasi VOA, · Sabtu 11 September 2021 09:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 11 18 2469681 pbb-kutuk-tindakan-keras-taliban-terhadap-demonstran-wcfRQRXoG4.jpg Demonstran wanita protes pembatasan peran wanita di pemerintahan baru Taliban (Foto: AP via VOA)

KABUL - Kantor hak asasi manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah mengutuk tindakan keras Taliban terhadap protes damai di Afghanistan, ketika perempuan khususnya berusaha untuk menegakkan hak-hak mereka terkait pembatasan Taliban terhadap peran perempuan dalam masyarakat.

Terlepas dari risikonya, perempuan dan laki-laki Afghanistan telah turun ke jalan untuk membela hak asasi mereka. Pemantau PBB mengatakan kaum perempuan telah menuntut hak mereka untuk bekerja, kebebasan bergerak, pendidikan dan menggunakan hak mereka untuk berpartisipasi dalam urusan publik.

Juru bicara hak asasi manusia PBB Ravina Shamdasani mengatakan hak-hak itu, yang dilindungi di bawah hukum hak asasi manusia internasional, telah ditentang dengan keras oleh Taliban.

 (Baca juga: Putin: Negara-Negara Barat Ciptakan Kekacauan di Afghanistan, Seluruh Dunia Harus Hadapi Konsekuensinya)

“Kami telah melihat penggunaan peluru tajam, meskipun ada laporan bahwa mereka menembak ke udara dalam upaya nyata untuk membubarkan para pengunjuk rasa. Para pengunjuk rasa masih ada yang masih terbunuh. Ada laporan pemukulan parah juga dan kami telah menerima laporan tentang adanya operasi pencarian dari rumah ke rumah untuk mengidentifikasi mereka yang menghadiri protes tertentu,” tukasnya.

Shamdasani mengatakan kantornya telah menerima laporan yang kredibel tentang aktivis hak-hak perempuan dan jurnalis yang meliput protes di negara itu yang ditangkap secara sewenang-wenang dan dipukuli dengan kejam. Dia mengatakan empat kematian telah dikukuhkan, meskipun jumlah itu kemungkinan akan lebih tinggi.

 (Baca juga:PBB Terima Laporan Pelanggaran Eksekusi yang Dilakukan Taliban ke Warga Afghanistan)

 

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini