Pimpinan Ponpes Cabuli 2 Wanita Hamil dengan Modus Rukyah

Sigit Dzakwan, iNews · Selasa 14 September 2021 07:50 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 14 340 2470882 pimpinan-ponpes-cabuli-2-wanita-hamil-dengan-modus-rukyah-Gw3CTWBQte.jpg Seorang ustadz yang merupakan pimpinan ponpes mencabuli 2 wanita hamil. (Foto : iNews/Sigit Dzakwan)

KOTAWARINGIN BARAT - Oknum ustadz yang sekaligus pimpinan pondok pesantren (ponpes) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimanten Tengah (Kalteng) menyetubuhi dua perempuan hamil dengan modus rukyah.

Ustaz bernama Ahmad Kholil, pimpinan Ponpes Nurul Hikmah di Kecamatan Pangkalan Lada, Kobar tersebut kini sudah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pelecehan seksual.

Ia ditangkap polisi diduga menjadi pelaku pencabulan disertai ancaman terhadap korbannya. Kedua korbannya merupakan perempuan yang hamil tua.

Kapolres Kotawaringin Barat, AKBP Devy Firmansyah mengatakan, peristiwa ini terungkap setelah para korbannya memberanikan diri melapor ke SPKT Polres Kobar.

Ie menjelaskan, awal mula korban pertama berinisial LF bersama suaminya pada Minggu, 5 September 2021 sekitar pukul 23.55 WIB pergi ke Ponpes Nurul Hikmah Desa Pandu Senjaya SP 4 Blok B.

Kedatangan mereka dimaksudkan untuk berkonsultasi masalah rumah tangga.

Sesampainya di ponpes, LF kemudian menceritakan masalah rumah tangganya kepada Ahmad Kholil. Setelah sekian lama mendengar curhatan itu, kemudian Ahmad Kholil menyuruh suami LF untuk keluar mencari air di perbatasan.

Suami korban lantas menuruti permintaan tersebut dan menuju area perbatasan. Selang beberapa saat, tiba-tiba Ahmad Kholil menawarkan kepada koban LF agar mau melakukan ritual kumpul siri.

Mendengar hal itu, LF langsung menolak. Namun, Ahmad Kholil tak mati akal. dia mengancam apabila LF tidak mau melakukan ritual itu maka akan berpisah dari suami dan anaknya.

"Kemudian karena terpaksa dan takut, akhirnya korban mengatakan bersedia untuk meningkuti ritual kumpul siri. Akhirnya terlapor melakukan hubungan badan dengan korban. Diketahui bahwa saat korban (LF) sedang hamil dan usia kandungan korban sekitar 8 (delapan) bulan," ucap Kapolres Kotawaringin Barat di Mapolres Konar Senin 13 September 2021.

Baca Juga : Bejat! Dua Kakek di Mojokerto Cabuli Gadis ABG hingga Hamil

Rupanya, aksi tidak senonoh ini tidak hanya dialami LF. Tujuh bulan sebelumnya, tepatnya pada Februari 2021 sekitar pukul 20.30 WIB, seorang perempuan hamil 4 bulan berinisial T mengalami kejadian serupa.

Saat itu korban berkonsultasi masalah keluarga kepada Ahmad Kholil, lantaran suaminya tak kunjung pulang ke rumah. Kedatangan korban di ponpes itu didampingi rekannya.

Kemudian korban disuruh masuk ke kamar Ahmad Kholil, sementara rekannya diminta membeli air mineral ke warung.

"Kemudian pelapor diajak masuk ke dalam kamar terlapor. Tiba-tiba terlapor menanyakan kepada pelapor, apakah mau dirukhiyah dengan cara disetubuhi atau tidak. Namun, saat itu pelapor menolaknya.”

Kapolres melanjutkan tersangka kemudian mengancam korban apabila tidak mau melakukan rukhiyah dengan cara disetubuhi, hidupnya akan lebih sengsara dan bayi yang dikandung oleh korban T akan meninggal dalam kandungannya.

"Kemudian pelapor merasa takut dan terpaksa akhirnya bersedia mengikuti rukhiyah dengan cara disetubuhi oleh terlapor,dan akhirnya terlapor melakukan hubungan badan layaknya suami istri dengan pelapor. Diketahui saat korban disetubuhi oleh tersangka, korban sedang hamil 4 bulan.”

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Ahmad Kholil terancam Pasal 289 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini