Monyet Mengamuk dan Serang Warga, 18 Terluka

Vanessa Nathania, Okezone · Kamis 16 September 2021 11:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 16 18 2472229 monyet-mengamuk-dan-serang-warga-18-terluka-HdPGB2RCxW.jpg Serangan monyet di Jepang (Foto: Pixabay)

JEPANG – Beberapa tahun terakhir, kota di Kitakyushu, barat daya Jepang mendapatkan serangan monyet yang terus berkembang pesat di daerah itu. Sekarang, pihak berwenang tengah melakukan semua upaya untuk mengendalikan monyet-monyet tersebut.

Sekelompok monyet yang mengamuk telah menakuti penduduk kota, setelah mereka menggigit korbannya dalam waktu sebulan.

Pemerintah kota di Kitakyushu, mengumumkan bahwa korban terakhir adalah seorang pria berusia 70-an, yang digigit di bagian bokongnya di Bangsal Wakamatsu kota itu, pada Jumat (10/09) lalu.

Menurut otoritas hewan liar Kitakyushu, pria tersebut menemukan monyet sedang mengunyah beberapa pohon kastanye di ladang pertanian sebelum menyerang ke arahnya dan memukulnya.

Sejak 7 Agustus lalu, Bangsal Wakamatsu khususnya telah menjadi sarang aktivitas monyet yang mengamuk. Di sana 18 orang menderita luka-luka akibat serangan monyet itu.

(Baca juga: Jepang Perpanjang Keadaan Darurat Covid-19 Hingga Akhir September)

Kemudian pada 10 Agustus, pemerintah kota memperingatkan warga setelah ada empat insiden gigitan kera hanya dalam satu hari.

Sepertinya para monyet ini juga menargetkan orang tua, dengan korban pertama hari itu adalah Anya yang berusia 70 tahun. Saat itu, ia sedang menjemur pakaian di kebunnya sekitar pukul 09.30 pagi waktu setempat dan seekor monyet langsung menancapkan giginya ke betis kanannya.

Kemudian, seorang petugas polisi berusia 34 tahun digigit di kaki kirinya ketika ia bertugas untuk menanggapi kasus kemunculan monyet-monyet tersebut. Dua wanita yang digigit pada malam 10 Agustus menjadi korban terakhir hari itu di bangsal.

Meskipun tidak ada yang terluka parah, penduduk diberitahu untuk menghindari kemarahan monyet-monyet tersebut dengan cara apa pun dan tetap diam saat berada di dekatnya.

(Baca juga: PBB: 4 Juta Warga Afghanistan Hadapi Darurat Pangan, Butuh Rp512 Miliar)

Perangkat jebakan juga dipasang oleh petugas untuk membantu mengatasi kekacauan, dan truk yang membunyikan sirene peringatan telah berpatroli di daerah tersebut.

Pihak berwenang juga mengatakan bahwa masalahnya semakin parah. Selama tahun fiskal 2019, ada 37 kasus terkait penampakan kera dan permasalahan lain terkait kera, sebanyak 243 kasus selama tahun fiskal 2020, dan tahun ini ada sebanyak 211 kasus di antara bulan April dan Juni.

Monyet Jepang, juga dikenal sebagai monyet salju, yang merupakan primata paling umum di sana an kemungkinan merekalah pelakunya.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini