Citra Satelit Tunjukkan Korut Perluas Fasilitas Pembuatan Uranium untuk Senjata Nuklir

Vanessa Nathania, Okezone · Jum'at 17 September 2021 17:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 17 18 2473012 citra-satelit-tunjukkan-korut-perluas-fasilitas-pembuatan-uranium-untuk-senjata-nuklir-oyaLx8rhPf.jpg Citra satelit tunjukkan Korut perluas fasilitas uranium untuk pembuatan senjata nuklir (Foto: Maxar)

Sumber itu mengatakan tanda-tanda bahwa Korea Utara bergerak untuk meningkatkan produksi bahan nuklir ini juga sejalan dengan penilaian intelijen AS tentang komitmen negara itu terhadap program senjatanya.

Sumber tersebut menambahkan hal yang sama berlaku untuk putaran uji senjata terbaru Korea Utara, termasuk peluncuran dua rudal balistik jarak pendek pada Rabu (15/9) ke perairan lepas pantai timur Semenanjung Korea.

Analisis awal juga menunjukkan Korea Utara melakukan peluncuran rudal selama akhir pekan, tiga pejabat AS mengatakan kepada CNN, satu hari setelah mereka mengklaim telah melakukan uji tembak rudal jelajah jarak jauh dengan jangkauan yang mampu menghantam Jepang.

Secara serempak, aktivitas tersebut telah menghasilkan peningkatan ketegangan yang eksponensial di salah satu wilayah paling bergejolak di planet ini.

Juru bicara Departemen Luar Negeri, Ned Price mengutuk peluncuran rudal Korea Utara pada Rabu (15/9) dan sekali lagi menyerukan pendekatan diplomatik untuk masalah ini.

"Sudah sangat jelas apa yang kami inginkan untuk terjadi. Kami berkomitmen pada prinsip bahwa dialog akan memungkinkan kami untuk mengejar tujuan akhir kami dan itu cukup sederhana untuk denuklirisasi semenanjung Korea," ujarnya.

Bukti bahwa Korea Utara sedang memperluas ukuran pabrik pengayaan uraniumnya di Yongbyon juga kemungkinan akan memperburuk kekhawatiran yang berasal dari laporan Badan Energi Atom Internasional baru-baru ini, yang mengatakan bahwa negara itu tampaknya telah memulai kembali reaktor nuklir di kompleks yang sama.

Laporan itu mengatakan ini adalah indikasi pertama adanya aktivitas di reaktor sejak Desember 2018, menyebut aktivitas nuklir Korea Utara sebagai "penyebab perhatian serius" dan perkembangan baru yang "sangat meresahkan."

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini