Polda Jateng Hormati Gugatan Praperadilan 13 Tersangka Transfer Dana Palsu

Tim Okezone, Okezone · Sabtu 18 September 2021 19:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 18 512 2473428 polda-jateng-hormati-gugatan-praperadilan-13-tersangka-transfer-dana-palsu-HwcOxjSptE.jpg Kabid Humas Polda Jateng Kombes M Iqbal Alqudusy (Foto: Humas Polda Jateng)

SEMARANG - Sebanyak 13 tersangka kasus dugaan transfer palsu melalui mesin ATM Bank Jateng di Kabupaten Pati, mengajukan gugatan praperadilan. Sidang gugatan praperadilan tersebut tengah berlangsung di Pengadilan Negeri Semarang.

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi melalui Kabid Humas Polda Kombes Pol M Iqbal Alqudusy mengatakan, pihaknya menghargai upaya hukum yang dilaksanakan oleh para pemohon itu.

Baca Juga:  5 Fakta Dugaan Penistaan Agama Yahya Waloni, Kini Masuki Babak Baru

Praperadilan merupakan hak tersangka untuk mencari keadilan. Sebab, upaya hukum melalui proses praperadilan sudah diatur di dalam KUHAP.

"Terkait praperadilan para tersangka adalah hal yang lumrah dan telah diatur dalam KUHAP. Prinsipnya polri mengucapkan terimakasih dan menghargai upaya hukum yang dilakukan," tegas Kombes Iqbal melalui keterangan tertulis, Sabtu (18/9/2021).

Menurut Iqbal, Polri sangat menghargai adanya praperadilan yang diajukan para tersangka. Namun, gugatan praperadilan yang dilayangkan akan dikaji oleh hakim di pengadilan.

"Adanya praperadilan bertujuan membuat terang perkara tersebut. Selain itu, putusan hakim semoga menjadi yang terbaik untuk semua pihak. Apapun putusannya semoga bermanfaat secara keilmuan khususnya di bidang hukum, bagi kita semua," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Ditreskrimsus Polda Jateng menangkap 15 pelaku transfer dana palsu Bank Jateng yang ada di Kecamatan Sukolilo dan Wedarijaksa Kabupaten Pati.

Baca Juga:  Yahya Waloni Ajukan Praperadilan, Ini Respons Polri

Adapun 15 orang tersebut disangkakan telah melanggar hukum karena melakukan aksi transfer dana palsu dari Agustus sampai Oktober 2018. Akibat perbuatan mereka itu, Bank Jateng mengalami kerugian hingga Rp20 miliar.

Terkait kasus tersebut, 13 dari 15 tersangka melayangkan gugatan praperadilan melalui Lembaga Bantuan Hukum Rumah Pejuang Keadilan Indonesia (LBH RUPADI) ke Pengadilan Negeri Semarang.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini