Kapal Penjaga Pantai AS Ikuti Latihan Bersama Bakamla RI

Vanessa Nathania, Okezone · Rabu 22 September 2021 20:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 22 18 2475428 kapal-penjaga-pantai-as-ikuti-latihan-bersama-bakamla-ri-9p2nRHSxem.jpg Foto: Kedutaan Besar Amerika Serikat di Indonesia.

JAKARTA - Kapal Penjaga Pantai Amerika Serikat USGC Munro (WMSL) pada Senin (20/9/2021) melakukan serangkaian operasi dan latihan bersama dengan Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI di Selat Singapura. 

Kegiatan tersebut diisi oleh serangkaian latihan yang diikuti oleh awak kapal, mulai dari latihan komunikasi antarkapal, manuver multi-unit, dan kesadaran maritim selama berada di laut.

BACA JUGA: Hilang 100 Tahun, Bangkai Kapal Penjaga Pantai AS Akhirnya Ditemukan 

“Latihan maritim bersama mitra Indonesia kami memperkuat hubungan dan memberikan peluang bagi para awak kapal untuk bekerja sama dan membangun kekuatan masing-masing,” kata Komandan Kapal, Munro Letkol Laut Blake Novak sebagaimana dilansir dari siaran pers, Rabu (22/9/2021).

“Memperkuat aliansi dan kemitraan kita memupuk komitmen bersama akan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka, serta memajukan perdamaian, keamanan, kesejahteraan, dan hak kedaulatan seluruh bangsa.” Lanjutnya.

Kemitraan yang dijalin oleh Indonesia dengan Penjaga Pantai AS (U.S. Coast Guard) semakin kuat.

Pada 2019, kapal penjaga pantai milik AS, USCGC Stratton melakukan aktivitas bersama Bakamla RI sebagai bagian dari penugasannya ke wilayah Pasifik Barat, termasuk berlabuh di Batam dan melakukan latihan di Provinsi Kepulauan Riau.

BACA JUGA: KN Pulau Dana 323 Bakamla Passing Exercise Bersama USCGC Munro 755

Di tahun yang sama, kapal tersebut juga berpartisipasi dalam latihan “Cooperation Afloat Readiness and Training” dengan TNI Angkatan Laut.

Kapal Munro sendiri merupakan kapal kelas national security cutter dengan ukuran lebih dari 120 meter. Merupakan kapal yang beroperasi di bawah kontrol taktis Armada ke-7 Angkatan Laut AS beserta awaknya.

Sejak Juli, kapal ini meninggalkan pelabuhan asalnya di Alameda, California untuk penugasan beberapa bulan ke depan di Pasifik Barat.

Penugasan ini dilakukan untuk mengikuti pertukaran profesional dan latihan pembangunan kapasitas bersama dengan negara-negara mitra, serta berpatroli dan beroperasi sesuai arahan.

Keunggulan dari kapal ini adalah kapabilitas komando dan kontrolnya yang canggih, fasilitas pendukung aviasi, peluncur perahu yang kokoh, dan daya tahan lebih untuk patroli jarak jauh, sehingga memungkinkan para awaknya untuk menggagalkan ancaman terhadap keamanan nasional di lokasi lepas pantai yang lebih jauh lagi.

Komandan U.S. Coast Guard Wilayah Pasifik Laksamana Madya Michael F. McAllister merespons baik kegiatan ini, dengan mengatakan “U.S. Coast Guard bangga beroperasi bersama Bakamla untuk meningkatkan kapabilitas, memperkuat tata kelola maritim, keamanan, dan mendorong tatanan internasional berbasis aturan.”

Dia juga menambahkan pernyataannya dengan mengatakan, “Memperkuat kemitraan berkontribusi terhadap kebaikan bersama maritim di kawasan ini, dalam upaya pencarian dan penyelamatan, penegakan hukum, respons lingkungan laut, dan kepentingan bersama lainnya.”

U.S. Coast Guard, sebagai institusi penegak hukum negara dan angkatan bersenjata, memiliki posisi unik untuk menggelar operasi pertahanan dalam rangka mendukung komando tempur di ketujuh benua. Penugasan secara rutin ini, menyediakan pasukan dalam operasi militer gabungan di seluruh dunia, termasuk pengerahan kapal kelas cutter, kapal, pesawat terbang, dan pasukan khusus yang dapat dikerahkan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini