GOWA – Dandi Saputra tewas diduga jadi korban pesugihan orangtuanya. Peristiwa memilukan itu terjadi di Kelurahan Gantarang, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa.
Berikut adalah fakta terbaru tentang kasus ini:
1. Korban Pesugihan Orangtua
Beberapa waktu silam sempat viral seorang anak berinisial AP (6) dicungkil matanya oleh kedua orangtua demi pesugihan. Kini diketahui kabar lebih lanjut bahwa kakaknya yang bernama Dandi Saputra (22) juga menjadi korban hingga tewas mengenaskan.
Kakaknya Dandi diketahui tewas pada Rabu (1/9) dan adiknya AP diketahui dianiaya pada Sabtu (4/9). Tewasnya Dandi diketahui karena telah dicekoki 2 liter air garam.
2. Kesaksian Tetangga
Kasus tewasnya Dandi Saputra, kakak kandung AP kini semakin jelas. Tetangga korban sempat mendengar penyiksaan terhadap Dandi, sebelum dinyatakan tewas. Diketahui warga yang mendengar tak bisa berbuat banyak karena diancam.
Tetangga korban, Masraya Daeng Bella mengatakan, saat mendengar adanya penganiayaan, dia dan beberapa tetangga lain berusaha memasuki rumah korban, namun diancam akan disiram dengan air panas.
Baca juga: Kasus Tumbal Pesugihan, Polisi Minta Izin Keluarga Autopsi Jenazah Dandi Saputra
“Kami diancam disiram air panas jika menolong,” ujarnya.
Nahas, Dandi tewas dengan penuh luka di wajahnya. Sementara itu tetangga lain, Winarni mengaku saat Dandi sudah disemayamkan, dirinya melihat banyak darah yang berceceran, juga air dan garam berserakan di rumah korban.
3. Autopsi Janazah Menemukan Kejanggalan
Melihat peristiwa tersebut pihak kepolisian menduga adanya kejanggalan tewasnya Dandi Saputra, polisi kemudian merencanakan pembongkaran makam Dandi.
Saat diautopsi Tim Biddokkes Polda Sulsel, banyak ditemukan kejanggalan pada jenazah korban, termasuk adanya bekas penganiayaan yang diduga menggunakan benda tumpul.
Tim forensik Biddokkes Polda Sulsel dibantu pengamanan oleh petugas Polres Gowa langsung menggelar autopsi di lokasi pemakaman, di Kelurahan Gantarang, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa. Proses autopsi dilakukan mulai kepala hingga kaki dengan mengambil sampel yang dicurigai sebagai penyebab kematian korban.
Selain menemukan kejanggalan di beberapa bagian tubuh korban, petugas juga menemukan adanya bekas penganiayaan dengan menggunakan benda tumpul.