Diserang soal Papua, Indonesia: Guru Dibantai KKB Tanpa Belas Kasihan, Vanuatu Kenapa Diam?

Lutfia Dwi Kurniasih, Okezone · Minggu 26 September 2021 11:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 26 18 2477009 diserang-soal-papua-indonesia-guru-dibantai-kkb-tanpa-belas-kasihan-vanuatu-kenapa-diam-1yf8IUkgQb.jpg foto: ist

JAKARTA - Negara Vanuatu terus mengusik kedaulatan Indonesia. Dalam Sidang Umum PBB, Vanuatu menyebut telah terjadi pelanggaran hak asasi manusia di Papua dan meminta Kantor Komisaris Hak Asasi Manusia PBB untuk mengunjungi Provinsi Papua Barat .

(Baca juga: Satu Brimob Gugur, Ini Kronologi Baku Tembak Satgas dengan KKB Teroris Lamek Taplo di Kiwirok)

Mendengar pernyataan itu, delegasi Indonesia mengeluarkan hak jawabnya terhadap pernyataan Vanuatu yang disampaikan dalam Sidang Majelis Umum ke-76 Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

Sekretaris Ketiga, PTRI New York, Sindy Nur Fitri, mengatakan, Indonesia menggunakan kesempatan untuk menggunakan hak jawab atas pernyataan yang disampaikan oleh Vanuatu.

“Saya terkejut bahwa Vanuatu terus-menerus menggunakan forum yang mulia ini untuk mengusik kedaulatan dan integritas wilayah negara lain serta terus melakukan agresi dengan maksud tercela dan motif politik untuk melawan Indonesia,” ujarnya dikutip dari channel MoFA Indonesia, Minggu (26/9/2021).

(Baca juga: Bharada Kurnia Gugur, Merah Putih Berkibar Setengah Tiang di Mapolres Oksibil)

Sindy juga menegaskan bahwa Indonesia secara tegas menolak seluruh tuduhan tidak benar, tidak berdasar, dan menyesatkan yang terus dipelihara oleh Vanuatu.

“Tuduhan tersebut menciptakan harapan palsu dan kosong, serta hanya memicu konflik dan yang sedihnya mengorbankan banyak nyawa tak berdosa,” lanjutnya.

Vanuatu berupaya mengesankan dunia, seolah-olah negaranya peduli terhadap isu-isu HAM. Pada kenyataannya, HAM versi Vanuatu sendiri diputar-balikkan, dan sama sekali tidak hirau atas tindak teror keji serta tidak manusiawi yang dilakukan oleh kelompok kriminal separatis bersenjata.

“Ketika para guru dibantai tanpa belas kasihan, mengapa Vanuatu memilih diam? Ketika fasilitas umum yang dibangun untuk masyarakat Papua dihancurkan, mengapa Vanuatu, sekali lagi memilih diam,”ujar diplomat muda Indonesia tersebut.

Dia menambahkan, Vanuatu telah berulang kali mencoba mempertanyakan status Papua yang tidak dapat dipertanyakan sebagai bagian integral dari Indonesia.

"Ini melanggar tujuan dan prinsip Piagam PBB dan bertentangan dengan Deklarasi Prinsip-Prinsip Hukum Internasional tentang Hubungan Persahabatan dan Kerjasama Antar Negara," ia melanjutkan.

"Kita tidak bisa membiarkan pelanggaran berulang terhadap Piagam PBB ini berlanjut di forum ini," tegas Sindy.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini