JAKARTA – Sebanyak 10 anggota Marinir TNI AL mendapat Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) saat menggelar operasi senyap sikat Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua. Kesepuluh anggota Marinir tersebut bagian dari 115 personel TNI dari Satuan Tugas Rajawali dan Komando Operasi Habema yang mendapat KPLB.
Ratusan pasukan elite dari berbagai satuan itu sebelumnya telah berhasil menguasai markas KKB di tiga lokasi.
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin bersama Panglima TNI Agus Subiyanto yang memberikan kenaikan pangkat luar biasa (KPLB) kepada 115 prajurit TNI, termasuk 10 Prajurit Petarung Korps Marinir yang bertugas di Papua.
‘’Pemberian kenaikan pangkat luar biasa merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam menghargai bakti dan pengorbanan prajurit TNI,’’ujar Sjafrie dikutip, Minggu (4/1/2026).
“Apalah artinya secarik kertas atau pangkat yang dinaikkan karena mereka sudah berbakti dan berjuang untuk negara dan bangsa,” lanjutnya.
Sjafrie juga meminta seluruh pimpinan TNI tidak ragu memberikan penghargaan kepada prajurit berprestasi, baik dari Korps Marinir, Kopassus, maupun satuan lainnya.
“Saya sebagai Menteri Pertahanan akan memperjuangkan prajurit yang mendapat kenaikan pangkat luar biasa, termasuk kesejahteraan keluarganya,’’pungkasnya.
Kenaikan pangkat tersebut merupakan bentuk penghargaan atas keberhasilan para prajurit dari berbagai satuan, di antaranya Korps Marinir, Kopassus, serta satuan tempur dan bantuan tempur lainnya, dalam menjalankan tiga operasi strategis di wilayah Papua Pegunungan, Papua Tengah, dan Papua Barat.