"Salah satu hal yang mengganggu saya adalah bahwa saya adalah orang yang mengubur sebagian besar orang-orang itu, sebagian besar yang meninggal, dan itu sama menyakitkannya seperti menarik luka yang belum kering,” terangnya.
Menurut pendeta tersebut, pencarian peti mati yang hilang sangat sulit karena adanya ular, lumpur, dan rumput tinggi.
Banyak peti mati telah disemen tetapi banjir cukup kuat untuk menghanyutkan mereka.
Pada Selasa (21/9), Gugus Tugas Tanggap Pemakaman Louisiana mengunjungi Ironton untuk melihat apa yang mereka perlukan agar berhasil menemukan semua peti mati yang hilang.
Masyarakat telah menyiapkan ‘area peletakan’ bagi mayat untuk diidentifikasi sehingga mereka dapat ditempatkan kembali di tempat peristirahatan terakhir mereka yang asli.
Ryan Seidemann, ketua gugus tugas, menjelaskan bahwa beberapa peti mati sangat berat dan tidak akan dapat dilakukan tanpa alat berat.
"Ketika saya keluar di pemakaman masyarakat ini, kotoran memenuhi hingga ke lutut saya, apalagi menemukan pembelian untuk derek atau jenis [mesin] lain untuk memegang dan mengangkat beban berat ini, tentu akan menjadi tantangan,” ungkapnya.
(Susi Susanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.