Ibu dan Anak Disiram Minyak Goreng Panas, Pelaku Mengaku Terancam

Solichan Arif, Koran SI · Senin 27 September 2021 12:48 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 27 519 2477449 ibu-dan-anak-disiram-minyak-goreng-panas-pelaku-mengaku-terancam-QsBRfvuDMO.jpg Ilustrasi (Foto : Okezone.com)

BLITAR - Seorang laki-laki berinisial PR (45) warga Kelurahan Beru, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar mengaku jiwanya terancam sebelum memutuskan untuk menyiram seorang ibu dan anak dengan minyak goreng panas. PR mengaku spontan melakukan itu, karena di belakangnya ada orang sedang mengacungkan parang.

"Dari hasil pemeriksaan petugas, semua itu (Seseorang membawa parang) hanya bayangan pelaku saja," ujar Kapolsek Wlingi AKP Mulyanto kepada wartawan Senin (27/9/2021).

Diketahui, insiden penyiraman minyak panas berlangsung Sabtu 25 September 2021, malam, di wilayah Beru. Tidak butuh waktu lama, petugas langsung membekuk PR sekaligus menetapkannya sebagai tersangka.

Dalam pemeriksaan penyidikan. PR yang sehari-hari dikenal sebagai tukang parkir di lokasi kejadian, mengaku merasa terancam. Dan apa yang disampaikan pelaku, tidak sesuai kenyataan. Di lokasi kejadian, yakni warung jualan jadah goreng milik korban. Malam itu, korban yang bernama Laili sedang melayani pembeli.

Baca Juga : Luhut Pandjaitan : Saya Sama Sekali Tidak Ada Bisnis di Papua!

Didekatnya ada JS, anaknya yang masih berumur 6 tahun, yang asyik bermain dengan Rendy, ayahnya. Tiba-tiba datang PR, dan kepada Rendy mengatakan meminjam sepeda motor. Karena memang sudah saling kenal, kunci motor langsung diulurkan. Begitu menerima kunci motor, PR tidak langsung beranjak.

Ia berdiam di dekat penggorengan yang baru saja dipakai Laili. Entah apa yang terjadi. Wajan dengan minyak yang masih panas itu tiba-tiba diguyurkan ke arah Laili. Selain melukai Laili, minyak panas itu juga mengenai anaknya yang masih berusia enam tahun. Pundak, tangan dan bagian dahinya, melepuh.

Kedua korban langsung menjalani perawatan. Menurut Mulyanto, saat melakukan aksi penyiraman minyak goreng, petugas masih menyelidiki dugaan adanya pengaruh minuman keras dan obat terlarang pada pelaku. Hingga kini motif aksi penganiayaan masih terus didalami.

"Adanya dugaan pengaruh miras atau obat terlarang masih didalami," pungkas Mulyanto.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini