Fakta Terbaru Bocah SD Menyeberang Sungai Pakai Styrofoam: Tak Mau Diantar Pakai Perahu

Dede Febriansyah, MNC Portal · Selasa 28 September 2021 15:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 28 610 2478117 fakta-terbaru-bocah-sd-menyeberang-sungai-pakai-styrofoam-tak-mau-diantar-pakai-perahu-DtNGRKVjiz.JPG Bocah SD di OKI menyeberang sungai pakai styrofoam (Foto: Ist)

PALEMBANG - Sebuah video yang memperlihatkan beberapa bocah Sekolah Dasar (SD) yang menggunakan Styrofoam menyeberangi sungai untuk pergi ke sekolah viral di media sosial.

Diketahui, aktivitas yang memprihatinkan tersebut terjadi di Dusun Buntuan, Desa Kuala Dua Belas, Kecamatan Tulung Delapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan.

Terkait hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menyebutkan, bahwa anak dalam video yang tinggal di pesisir timur OKI tersebut sudah terbiasa pergi ke sekolah dengan menggunakan styrofoam dan tak mau diantar orangtua menggunakan perahu ataupun speedboat.

"Dari keterangan Kepala Desa setempat yang dihubungi, anak-anak ini tidak mau diantar orangtuanya menggunakan perahu. Styrofoam yang digunakan anak-anak tersebut juga sering dijadikan mainan oleh sebagai perahu-perahuan, sehingga dianggap seperti biasa oleh mereka," ujar Adi Yanto, Kepala Bidang Pelayanan dan Informatika Dinas Kominfo Kabupaten OKI saat dihubungi, Sabtu (25/9/2021).

Baca Juga: Viral! Bocah Berseragam Sekolah Nekat Arungi Sungai Pakai Styrofoam

Adi menjelaskan, kebiasaan anak-anak di wilayah tersebut yang menggunakan Styrofoam menyeberangi sungai untuk pergi sekolah bukan berarti mereka dari kalangan tidak mampu. Styrofoam yang digunakan pun diketahui yang biasa dipakai untuk mendinginkan udang dan ikan.

"Sebagian besar orangtua dari anak-anak SD di desa merupakan orang berkecukupan secara finansial. Setiap rumah mereka memiliki perahu bahkan speedboat," ungkap Adi.

Menurutnya, moda transportasi utama warga di kawasan desa yang memiliki sungai selebar 250 meter tersebut adalah menggunakan Speedboat, perahu dan getek.

"Desa Kuala Dua Belas dihuni sekitar 450 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di beberapa dusun, salah satunya di Dusun Buntuan. Mata pencarian mereka sehari-hari adalah nelayan dan peternak burung walet," jelas Adi.

Adi juga mengatakan, penggunaan Styrofoam untuk menyeberangi sungai sudah dianggap biasa oleh masyarakat setempat, karena ibaratnya mereka lahir saja sudah di atas air.

Kendati demikian, pihaknya telah menghubungi pihak desa dan sekolah setempat untuk memberi imbauan agar jangan membiarkan anak-anak bepergian menggunakan styrofoam tersebut karena dinilai membahayakan.

"Dinas pendidikan OKI mengimbau ke sekolah agar wali murid jangan biarkan anak-anaknya berangkat ke sekolah naik stryrofoam," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini