"Tapi kalau mereka yang menyerang Jokowi tiap hari apa disebut buzzer apa ndak? Itu kan lebih banyak mereka yang menyerang daripada yang membela, kalau kita lihat ya. Sehingga saya agak sulit mendefinisikan yang buzzer itu yang mana," katanya melanjutkan.
Dia menuturkan, pemerintah sama sekali memakai jasa buzzer guna melakukan kontra narasi terhadap suara-suara kritis. Berdasarkan pengamatannya, Mahfud mengaku tak pernah melihat pengorganisasian buzzer dan sosok yang memeliharanya.
"Saya sendiri kan ada di Istana, katanya Istana memelihara buzzer. Saya enggak pernah lihat bagaimana memeliharanya itu. Wong saya juga tidak pernah melihat dan tidak tahu siapa itu yang mengorganisasikan," tuturnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.