"Berkat kepemimpinan Bung Karno terutama ketika menyampaikan pidatonya di depan Majelis Umum PBB sehingga pemimpin bangsa lain yakin (gerakan) non blok ink bisa diwujudkan. Bung Karno berani mendobrak kebuntuan akibat tekanan dari dua blok besar, barat dan timur yang tidak menghendaki hadirnya blok baru. Bung Karno mendobrak kemacetan diplomasi," tutur Muhadjir.
Ketua PP Bamusi, Yayan Sopyani Al Hadi menyebut Menko PMK Muhadjir Effendy sebagai seorang Soekarnois. Pasalnya, kecintaan Muhadjir Effendy kepada Bung Karno begitu lekat. "Pak Muhadjir ini Menko yang sangat sering ziarah ke makam Bung Karno dan rutin ziarah ke makan almarhum Taufiq Kiemas boleh dikatakan beliau adalah seorang Soekarnois," tuturnya.
Sebagai informasi, pidato Bung Karno di Markas PBB pada 1960 menggemparkan dunia. Pidato berjudul 'To Build The World A New' yang berarti membangun dunia kembali itu berhasil membuat takjub para pemimpin internasional.
Dalam pidato itu, Soekarno menginginkan kedamaian antarsesama manusia sebagaimana termaktub dalam Alquran dan Injil. Soekarno mengkritik praktik penjajahan, kolonialisme, imperialisme dalam pidatonya. Ia juga meyakini para pemimpin dunia bahwa Pancasila dapat menjadi ideologi yang mempersatukan.
(Khafid Mardiyansyah)