Peringatkan Biden, Korut Tembakkan Rudal dari Belakang Kendaraan Besar

Vanessa Nathania, Okezone · Sabtu 02 Oktober 2021 15:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 02 18 2480274 peringatkan-biden-korut-tembakkan-rudal-dari-belakang-kendaraan-besar-qIchAqF5ay.jpg Korut tembakkan rudal jarak jauh dari belakang kendaraan besar (Foto: Reuters

PYONGYANG - Korea Utara (Korut) dengan bangga memamerkan jepretan foto rudal jarak jauh berbahaya lainnya setelah pengujian militer yang intens selama satu minggu.

Aksi ini terjadi setelah Pemimpin Korut Kim Jong-Un aktif kembali dan menyebut upaya pembicaraan damai oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden sebagai 'trik kecil'.

Kantor Berita Pusat Korea (KCNA), layanan media resmi pemerintah, merilis gambar roket anti-pesawat yang ditembakkan ke langit dari belakang kendaraan besar.

Mereka mengklaim latihan yang menakutkan itu adalah uji coba peluncur rudal, radar dan kendaraan tempur komando.

“Kinerja tempur yang luar biasa dari rudal anti-pesawat tipe baru dengan fitur respon cepat dan akurasi panduan sistem kontrol rudal serta peningkatan substansial dalam jarak jatuh target udara telah diverifikasi,” terang pernyataan itu.

(Baca juga: Korut Tembakkan Rudal Anti Pesawat Baru, Uji Coba Senjata Kedua dalam Sepekan)

Diktator Jong-Un - yang telah menarik perhatian dunia akhir-akhir ini karena penurunan berat badannya yang menakjubkan dan penampilannya yang terlihat berubah - tidak menghadiri peluncuran tersebut, tetapi tangan kanannya dan anggota partai yang berkuasa, Pak Jong Chon, terlihat hadir.

Aksi terbaru ini dilakukan hanya beberapa hari setelah negara yang terisolasi itu meledakkan "senjata hipersonik baru" baru ke laut, yang membingungkan para ahli minggu ini karena perbedaan teknologi utama dengan senjata yang sebelumnya digunakan oleh tentara.

(Baca juga: Korut Klaim Sukses Uji Coba Sistem Rudal Hipersonik Baru)

Negara yang terisolasi itu telah menggunakan ketegangan yang meningkat atas kegiatan senjatanya untuk mengeluarkan peringatan kepada Biden atas tawaran pembicaraan damainya. Jong-Un menyebut tawaran itu sebagai "trik kecil" yang hanya melakukan "kebijakan agresif" yang sama dengan presiden AS sebelumnya. .

Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken telah mengkritik uji coba senjata Korea Utara, dengan mengatakan mereka menciptakan "prospek yang lebih besar untuk ketidakstabilan dan ketidakamanan".

Namun, Kim juga tampaknya ingin berbaikan baru-baru ini dengan tetangga Korea Utara dan musuh lamanya di selatan, dengan menyatakan bahwa dia ingin membuka kembali hotline antara Pyongyang dan pemerintah Korea Selatan di Seoul yang telah ditutup tahun lalu.

Sementara kementerian pertahanan Korea Selatan (Korsel) mengatakan kepada AFP bahwa pihaknya belum dapat mengkonfirmasi rincian apa pun dari Korut tentang peluncuran rudal itu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini