Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Puluhan Peserta Ujian Seleksi Guru Ketahuan Menyontek dengan Sandal Jepit Berteknologi Bluetooth

Vanessa Nathania , Jurnalis-Selasa, 05 Oktober 2021 |18:26 WIB
Puluhan Peserta Ujian Seleksi Guru Ketahuan Menyontek dengan Sandal Jepit Berteknologi Bluetooth
Foto: Facebook/Bluetoothchannel.com
A
A
A

JAIPUR - Lebih dari puluhan orang yang mengikuti ujian nasional, untuk mencari posisi sebagai pengajar di India, ketahuan menyontek menggunakan sandal jepit yang dilengkapi bluetooth demi mendapatkan keunggulan dari saingan mereka.

Mencontek selalu menjadi masalah besar di India, terutama selama ujian yang berpotensi mengubah taraf hidup orang-orang. Bahkan ada yang rela memanjat dinding gedung sekolah di Bihar untuk menyerahkan lembar contekan kepada siswa yang mengikuti ujian akhir tahun beberapa tahun lalu, ada juga calon tentara yang dipaksa mengikuti ujian dengan pakaian dalam untuk mencegah kecurangan, demikian diwartakan Oddity Central.

BACA JUGA: Cegah Kecurangan Tes Seleksi Guru, Internet Dimatikan

Tahun ini, pihak berwenang di Rajasthan bertindak lebih jauh dengan memutus koneksi internet negara bagian itu selama ujian untuk mencegah kecurangan. Namun, mereka masih tidak dapat mencegah para penyontek untuk beradaptasi menggunakan metode canggih lainnya.

Metode terbaru adalah dengan menggunakan sandal jepit yang terhubung dengan Bluetooth. Alat ini bahkan dijual oleh geng kriminal dengan harga hingga 600.000 rupee (Rp114 juta) per pasang.

Lebih dari 4.000 pusat tes didirikan di seluruh negara bagian India untuk Rajasthan Teacher Eligibility Test (REET) pada 26 September. Tes tersebut belum diadakan sejak 2018 dan dianggap sebagai jalan masuk ke karier mengajar, dan menjadi sebuah peluang penting bagi banyak orang.

BACA JUGA: Sistem Salah Beri Nilai Ujian, 25 Siswa di India Bunuh Diri

Tes ini terbukti cukup penting sehingga orang-orang mengambil risiko menyontek dalam ujian. Puluhan kandidat yang ketahuan menyontek selama ujian tersebut bahkan dijebloskan ke penjara.

Puluhan kandidat tertangkap mengenakan sandal jepit degan kartu SIM tersembunyi di dalamnya. ‘Ponsel’ itu terhubung dengan perangkat Bluetooth kecil yang tertanam di dalam telinga kandidat sehingga tidak terlihat.

“Sandal itu memiliki kartu SIM dan para calon memiliki alat Bluetooth kecil yang ditanamkan di telinga mereka. Dalam satu kasus, kami harus meminta intervensi dokter untuk menemukan bug karena tertanam begitu dalam,” kata seorang petugas polisi kepada The National.

Rencana para pecontek ini adalah meminta kaki tangan di luar menghubungi mereka melalui sandal jepit bluetooth mereka sehingga para kaki tangan mereka dapat secara diam-diam mendiktekan jawaban kepada mereka.

Hanya beberapa calon guru yang mulai bertingkah aneh sebelum memasuki ruang ujian, yang mendorong pencarian ekstra teliti dan mengungkapkan alas kaki berteknologi tinggi ini.

“Kami menyadari kemungkinan kecurangan, tetapi kami pikir kecurangan itu berupa kebocoran kertas pertanyaan atau seseorang akan menggunakan internet, oleh karena itu sudah dilarang di banyak kota,” kata pejabat polisi Priti Chandra.

“Tapi ini adalah modus operandi yang benar-benar baru. Mereka menjadi sangat paham teknologi.”

Rupanya, sandal jepit karet dirancang oleh geng yang membeli komponen yang diperlukan seharga sekitar 30.000 rupee (Rp5,7 juta) dan kemudian menjualnya kepada kandidat yang mengikuti Ujian Kelayakan Rajasthan untuk Guru dengan harga 600.000 rupee (Rp114 juta) per pasang.

Sebanyak 25 orang kedapatan mengenakan sepasang sandal jepit berteknologi itu selama ujian minggu ini. Jumlahnya bisa saja lebih besar, tetapi ketika para pecontek tertangkap, informasi mengenai metode baru dibagikan ke beberapa distrik, mendorong banyak pusat untuk meminta para kandidat melepas alas kaki mereka di luar ruang ujian.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement