Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

'Jimat' Jenderal Soedirman saat Perang Lawan Belanda, Jaga Wudhu dan Ajak Pasukan Berzikir

Tim Okezone , Jurnalis-Selasa, 05 Oktober 2021 |10:04 WIB
'Jimat' Jenderal Soedirman saat Perang Lawan Belanda, Jaga Wudhu dan Ajak Pasukan Berzikir
Jenderal Soedirman (Foto: Ist)
A
A
A

BANYAK kisah perjuangan yang ditorehkan Jenderal Besar TNI Soedirman. Sosoknya yang merupakan Panglima TNI pertama begitu disegani, baik oleh kawan maupun lawan.

Kisah hidup pria kelahiran Purbalingga, 24 Januari 1916 tersebut sangat melegenda. Seperti saat memimpin perjuangan kemerdekaan meskipun dirinya sedang sakit dan lain sebagainya.

Okezone kembali mengulas sisi lain dari Jenderal Soedirman, jelang perayaan HUT ke-76 TNI yang jatuh pada 5 Oktober 2021.

Kisahnya saat melakukan perang gerilya pada tahun 1948 menjadi salah satu cerita ikonik dalam sejarah Indonesia memperjuangkan kemerdekaan. Jenderal Soedirman berhasil mengecoh Belanda yang berusaha menangkapnya.

Baca Juga: Jenderal Soedirman, Panglima Besar TNI yang Kebapakan dan Dicintai Pasukan

Konon dia memiliki jimat ampuh untuk melindungi dirinya dari serangan Belanda saat perang berlangsung. Namun jimat yang dimaksud bukannya sebuah benda, melainkan menjaga wudhu, sholat tepat waktu, serta mengabdi pada bangsa dan negara.

Hal tersebut diutarakan Cucu dari Jenderal Soedirman, Ganang Priambodo Soedirman. "Ada yang menyebutkan juga, Jenderal Soedirman itu punya jimat yang menjadi mantranya. Mungkin bisa dikatakan keris-keris begitu ya Pak ya?" tanya sang presenter dilansir dalam channel RRI NET Official.

"Enggak, begini. Ketika itu memang dari ayahanda kemudian ada peninggalan ada ya, tapi kemudian kami melihat lebih baik hal itu diserahkan ke museum supaya bisa menjadi manfaat, sejarah," jawab Ganang.

"Tapi kalau kesaktian, logika beliau sakit begitu ya kalau ada yang cerita beliau mengangkat keris begitu lalu ada pesawat jatuh, logikanya ya kakeknya ini (Jenderal Soedirman) nunjuk-nunjuk saja tidak usah gerilya. Kan begitu," sambungnya.

Tahun 1948, Belanda kembali menyerang dan ingin menguasai Indonesia, dimulai dari pulau Jawa, tepatnya Yogyakarta. Soekarno menyarankan Jenderal Soedirman untuk beristirahat karena saat itu sedang sakit paru-paru.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement