Hal ini terjadi setelah Kim Jong-un meluncurkan dua rudal balistik jarak jauh pada 15 September, setelah penyelidikan PBB selesai.
Kemudian di bulan itu sebuah rudal hipersonik baru diuji, sekali lagi diluncurkan ke laut dan jatuh di luar perairan teritorial Jepang. Rudal hipersonik seperti ini, bernama Hwasong-8, lebih sulit dideteksi daripada rudal balistik biasa.
Negara ini juga memamerkan persenjataan anti-pesawat jarak jauh baru minggu lalu, dan hari ini ada laporan baru tentang sebuah kapal yang membawa rudal anti-pesawat berlayar ke perairan teritorial Jepang.
Laporan itu mengatakan Korea Utara mengelola semua ini meskipun ekspor yang dilarang seperti batu bara terus berlanjut pada "tingkat yang jauh berkurang" dan impor minyak turun secara dramatis selama periode penyelidikan.
Laporan itu juga menjelaskan Kim Jong-un berhasil menghindari murka sanksi PBB yang lebih banyak lagi dengan menggunakan solusi cerdas mengenai kepemilikan kapal yang digunakan dalam kegiatan yang meragukan.
"Akses oleh Republik Rakyat Demokratik Korea ke lembaga keuangan internasional terus berlanjut, seperti halnya kehadiran pekerjanya di luar negeri yang menghasilkan pendapatan untuk digunakan dalam program-program negara,” ujarnya.
(Susi Susanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.