Share

PBB: Korea Utara Tetap Uji Coba Rudal Meski Kena Sanksi Ekonomi

Vanessa Nathania, Okezone · Kamis 07 Oktober 2021 11:48 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 07 18 2482627 pbb-korea-utara-tetap-uji-coba-rudal-meski-kena-sanksi-ekonomi-N7r08AnFwf.jpg Korut uji coba rudal balistik (Foto: KCNA via KNS)

PYONGYANG - Sebuah laporan terbaru Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah mengungkapkan Korea Utara (Korut) berhasil mengembangkan rudal nuklir dan balistik meskipun ada sanksi yang menyebabkan ekspor dan impor Korut anjlok.

Panel pakar Korea Utara PBB telah menyelidiki perkembangan di negara pimpinan Kim Jong-un tersebut selama beberapa bulan terakhir.

Meskipun dewan keamanan PBB melarang Korea Utara mengembangkan atau menguji rudal balistik dan fakta bahwa sanksi PBB menciptakan kesulitan ekonomi, namun laporan yang diterbitkan pada Senin (4/10) menemukan bahwa negara itu terus berjalan seperti biasa.

"Selama periode pelaporan, terlepas dari fokus negara pada kesulitan ekonomi yang memburuk, Republik Rakyat Demokratik Korea terus mempertahankan dan mengembangkan program rudal nuklir dan balistiknya,” bunyi laporan itu.

(Baca juga: Peringatkan Biden, Korut Tembakkan Rudal dari Belakang Kendaraan Besar)

Laporan tersebut tertanggal 8 September lalu dan tidak menemukan bahwa Korea Utara telah menguji coba rudal antarbenua selama periode penyelidikan.

Namun, disebutkan bahwa Korea Utara telah melakukan uji coba rudal jarak pendek "menggabungkan teknologi balistik dan panduan". Dua rudal balistik jarak pendek diuji pada Maret lalu.

(Baca juga: Korea Utara Klaim Berhasil Tembakkan Rudal Jarak Jauh)

Para ahli juga mengatakan bahwa Korea Utara terus mencari materi dan teknologi terkait dengan program senjatanya.

Hal ini terjadi setelah Kim Jong-un meluncurkan dua rudal balistik jarak jauh pada 15 September, setelah penyelidikan PBB selesai.

Kemudian di bulan itu sebuah rudal hipersonik baru diuji, sekali lagi diluncurkan ke laut dan jatuh di luar perairan teritorial Jepang. Rudal hipersonik seperti ini, bernama Hwasong-8, lebih sulit dideteksi daripada rudal balistik biasa.

Negara ini juga memamerkan persenjataan anti-pesawat jarak jauh baru minggu lalu, dan hari ini ada laporan baru tentang sebuah kapal yang membawa rudal anti-pesawat berlayar ke perairan teritorial Jepang.

Laporan itu mengatakan Korea Utara mengelola semua ini meskipun ekspor yang dilarang seperti batu bara terus berlanjut pada "tingkat yang jauh berkurang" dan impor minyak turun secara dramatis selama periode penyelidikan.

Laporan itu juga menjelaskan Kim Jong-un berhasil menghindari murka sanksi PBB yang lebih banyak lagi dengan menggunakan solusi cerdas mengenai kepemilikan kapal yang digunakan dalam kegiatan yang meragukan.

"Akses oleh Republik Rakyat Demokratik Korea ke lembaga keuangan internasional terus berlanjut, seperti halnya kehadiran pekerjanya di luar negeri yang menghasilkan pendapatan untuk digunakan dalam program-program negara,” ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini