Share

Senat AS: Trump Terbukti Berusaha Mengubah Hasil Pemilu 2020

Agregasi VOA, · Sabtu 09 Oktober 2021 07:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 09 18 2483633 senat-as-trump-terbukti-berusaha-mengubah-hasil-pemilu-2020-vcONaHz4Ki.jpg Mantan Presiden AS Donald Trump (Foto: AP via VOA)

WASHINGTON - Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang berusaha untuk mengubah hasil pemilu presiden AS pada 2020 telah menyebabkan Kejaksaan Agung berada di pinggir jurang kekacauan. Hal ini memicu pejabat tinggi di lembaga tersebut dan di Gedung Putih mengancam untuk mengajukan pengunduran diri,.

Laporan  Komite Judisial Senat.yang dirilis pada Kamis (7/10) itu memberi pemahaman bagaimana mantan presiden dari Partai Republik tersebut meminta pimpinan di Kejaksaan Agung untuk menyatakan bahwa pemilihan presiden yang berlangsung itu “korup” dan memarahi pejabat tingginya karena tidak melakukan apa-apa untuk mengubah hasil pemilu.

Tindakan Trump itu hampir mengakibatkan pemberontakan di Kejaksaan yang akhirnya mereda setelah para pejabat senior di lembaga tersebut meberi peringatan bahwa mereka akan mengundurkan diri secara serentak.

 (Baca juga: Mantan Pejabat Kejagung AS Mengaku Ditekan Trump untuk Ubah Hasil Pilpres)

“Dalam usahanya untuk memperoleh dukungan dari Departemen Kehakiman atau Kejaksaan Agung guna mempertahankan kekuasaanya di Gedung Putih, Trump telah menyalahgunakan wewenang yang ia miliki sebagai presiden dan melanggar Undang-undang Federal yang melarang siapa saja untuk memerintahkan pegawai federal terlibat dalam kegiatan politik,” ungkap laporan tersebut.

Penyelidikan Senat yang didasarkan pada kajian dokumen dan wawancara dengan para mantan pejabat membeberkan usaha mati-matian Trump untuk bertahan di Gedung Putih.

 (Baca juga: Perusahaan Mantan Presiden AS Donald Trump Didakwa Atas Tuduhan Penggelapan Pajak)

Penyelidikan ini memperlihatkan bagaimana Trump diuntungkan oleh dukungan dari seorang pengacara di Kejaksaan yang kurang dikenal yang membantu usaha sang manta presiden untuk mnegubah hasil pemilu.

Namun pada akhirnya, para pejabat senior di Kejaksaan Agung bersatu dan menentang usaha Trump tersebut.

Fenomena tersebut menunjukkan betapa sistem pemilihan presiden di AS sangat bergantung pada integritas dari para pejabat pemerintah.

Usaha Trump yang gagal kini menjadi bahan penyelidikan inspektur jenderal Kejaksaan Agung. Meskipun Joe Biden telah diambil sumpahnya pada 20 Januari lalu, namun tetap ada klaim palsu yang menyatakan bahwa pemilihan presiden itu telah memecah belah negara, dan jutaan warga Amerika percaya klaim tidak benar lainnya yang menyebutkan bahwa Trump dicurangi dalam pemilu tersebut.

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini