China Luncurkan Audit Besar-besaran Basmi Korupsi Capai Rp762.316 Triliun

Vanessa Nathania, Okezone · Kamis 14 Oktober 2021 16:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 14 18 2486373 china-luncurkan-audit-besar-besaran-basmi-korupsi-capai-rp762-316-triliun-T2Bb9ykdrQ.jpg Ilustrasi audit keuangan(Foto: Okezone)

BEIJING - Komisi Pusat untuk Inspeksi Disiplin mengatakan dalam sebuah pernyataan, China telah mengumumkan inspeksi audit besar-besaran terhadap regulator keuangan negara, perusahaan asuransi, manajer dengan kredit yang bermasalah dan bank terbesar yang dikendalikan negara.

Pengawasan dua bulan dari Komisi Regulasi Perbankan dan Asuransi China (CBIRC) diharapkan dapat membasmi korupsi dalam sistem keuangan negara senilai USD54 triliun (Rp762.316 triliun). Komisi juga mengatakan bahwa laporan pengaduan dari pelapor akan diterima hingga pertengahan Desember mendatang.

Menurut Ketua CBIRC Guo Shuqing, langkah ini mencerminkan fokus Beijing pada regulasi keuangan. Dia mengatakan kerja sama dengan inspektur akan menjadi prioritas utama mereka.

(Baca juga: Kisah Pelapor Korupsi yang Nyawanya Terancam: Saya Tidak Aman, Tapi Saya Tidak Menyesal)

Audit ketat dilakukan sebagai bagian dari program inspeksi yang lebih luas yang diluncurkan pada 2017 dan difokuskan pada 25 organisasi keuangan.

Sebelumnya, pemeriksaan telah menargetkan lembaga pemerintah pusat dan daerah lainnya bersama dengan perusahaan milik Negara.

Sedangkan audit terbaru ini akan difokuskan pada Bank Rakyat China, Komisi Pengaturan Sekuritas China, bursa saham Shanghai dan Shenzhen, perusahaan bank milik negara terbesar, serta manajer dengan kredit yang bermasalah termasuk diantaranya, China Huarong Asset Management.

(Baca juga: Negara Ini Kehabisan Uang Kas Akibat Korupsi yang Parah)

Langkah tersebut merupakan cerminan dari kebijakan keras pemerintah terhadap korupsi di kalangan eksekutif perusahaan. Lebih dari 1,5 juta pejabat pemerintah telah diadili selama tindakan keras yang berlangsung lama.

Bank Rakyat China, Administrasi Negara Valuta Asing, dana kekayaan negara China Investment, dan Huarong dilaporkan mengeluarkan pernyataan serupa pada Selasa (12/10) tentang peluncuran inspeksi. Para pemimpin tim inspeksi menekankan perlunya untuk mencegah “risiko keuangan sistematis,” sementara pejabat tinggi badan yang diaudit berjanji akan bekerja sama penuh.

Awal tahun ini, pengadilan China menghukum mati Lai Xiaomin, mantan ketua raksasa keuangan milik negara, Huarong, setelah dinyatakan bersalah atas kasus penyuapan. Mantan pimpinan China Development Bank Hu Huaibang dijatuhi hukuman penjara seumur hidup karena menerima suap USD13,2 juta (Rp186 miliar).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini