Diduga Depresi Tak Lulus Ujian P3K, Guru Honorer Pilih Gantung Diri

edy gustan, Koran SI · Minggu 17 Oktober 2021 17:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 17 340 2487642 diduga-depresi-tak-lulus-ujian-p3k-guru-honorer-pilih-gantung-diri-nWjGhYIE3D.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

LOMBOK TENGAH – Sainun, guru honorer di Lombok Tengah ditemukan tewas tergantung di ruang tamu rumahnya. Warga Dusun Murbaya, Desa Murbaya, Pringgarata, Lombok Tengah itu diduga depresi setelah tak lulus ujian guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Peristiwa itu menggemparkan masyarakat Murbaya pada Minggu (17/10/2021). Korban tewas pertama kali diketahui anaknya, Muhammad Fakih (5).

Saat itu anak korban terkejut melihat ibunya tergantung. Lantas, ia pun memberitahukan warga dan langsung berdatangan melihat peristiwa itu.

Kapolsek Pringgarata Iptu Derpin Hutabarat membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) bersama sejumlah anggota Polsek Pringgarata.

Polisi memeriksa saksi termasuk suami korban Halid yang merupakan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Baca juga: Jadwal Lengkap Seleksi Guru PPPK Tahap II, Silahkan Dicatat!

"Anak korban keluar rumah memberitahukan kejadian tersebut kepada Warga sekitar, selanjutnya Warga berdatangan," ujarnya.

Dia menambahkan bahwa jenazah korban langsung dibawa ke UPTD Puskesmas Pringgarata. Saat peristiwa terjadi, wanita 46 tahun itu sedang berdua dengan anaknya. Sementara ayahnya sedang bertugas di Kantor Bupati Lombok Barat.

Baca juga: Pendaftaran Seleksi Guru PPPK Tahap II Dibuka 24-30 Oktober, Mekanisme Tidak Berubah!

Dari informasi yang diperoleh bahwa dalam kesehariannya korban kurang bersosialisasi dengan masyarakat sekitar.

Hal serupa dikatakan Halid kepada polisi bahwa korban diduga mengalami depresi akibat banyaknya permasalahan yang dihadapi seperti ingin mendirikan toko, sering mengikuti tes P3K namun tidak lulus, sering mengkonsumsi obat yang dibeli secara online, serta sering terjatuh dari atas kendaraan.

"Suami maupun Keluarga Korban, menerima kejadian tersebut sebagai suatu musibah, serta menolak untuk dilakukan autopsi," kata Kapolsek.

Hasil pemeriksaan petugas Puskesmas Pringgarata ditemukan Kotoran dibagian paha kiri, korban diperkirakan meninggal dunia kurang dari 2 Jam, yang ditandai dengan belum terjadinya kaku pada mayat maupun tidak ditemukan adanya lebam. Korban dimakamkan di pemakaman umum setempat pada pukul 15.00 Wita.

Baca juga: Usai Pengumuman Tahap I, Ini Jadwal Terbaru Seleksi Guru PPPK Tahap II

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini