617 Rumah di Bali Rusak Berat Akibat Gempa M4,8

Binti Mufarida, Sindonews · Selasa 19 Oktober 2021 17:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 19 244 2488688 617-rumah-di-bali-rusak-berat-akibat-gempa-m4-8-j98WVlkJx4.jpg Rumah rusak akibat gempa Bali. (Foto: Istimewa)

JAKARTA - Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat per Selasa (19/10) pukul 05.00 WIB sebanyak 617 unit rumah rusak berat, 1.203 unit rusak ringan dan 42 unit rusak sedang akibat gempa magnitudo (M) 4,8 yang mengguncang Bali pada Sabtu (16/10).

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi dan Kabupaten telah mendirikan Posko Lapangan bagi para warga terdampak. Adapun lokasi posko lapangan terdapat di dua desa yang mengalami dampak cukup besar yakni di Kabupaten Karangasem dan Kabupaten Bangli.

Posko Lapangan yang telah didirikan berada di Kabupaten Karangasem yang terletak di Desa Ban, Kecamatan Kubu, sedangkan untuk di Kabupaten Bangli terletak di Dermaga Kedisan, Kecamatan Kintamani.

“Kami telah mendirikan posko lapangan di Karangasem dan Bangli, untuk menyalurkan bantuan kepada warga terdampak, serta menyiagakan untuk para warga yang ingin mengungsi,” ujar I Wayan Gede Eka Saputra, Kasubid Logistik dan Peralatan BPBD Provinsi Bali dalam keterangan resmi yang diterima, Selasa (19/10/2021).

Baca juga: Wapres Imbau Masyarakat Tetap Tenang Hadapi Musibah Gempa Bali

Eka menambahkan, kondisi saat ini para warga memilih mengungsi di rumah keluarga terdekat, mengingat khawatir dengan harta benda yang masih tertinggal di rumah mereka. Namun, untuk bantuan logistik tetap didistribusikan dengan memberikan langsung ke lokasi masing-masing.

Selain itu, BNPB juga memastikan akan mempercepat perbaikan kondisi jalan yang terputus pasca gempa M4,8 Bali juga menyebabkan longsoran dan reruntuhan batu.

Berdasarkan peninjauan langsung di Kabupaten Karangasem dan Bangli pada Minggu (17/10) lalu, Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito telah memastikan penanganan darurat bencana berjalan dengan baik. Sejumlah alat berat telah dikerahkan untuk membuka akses jalan yang sempat tertutup longsor.

Saat ini masih terdapat akses jalan yang masih tertutup yakni di Desa Trunyan, Kintamani. Pemberian bantuan logistik ke Desa Trunyan juga dilakukan melalui jalur lain melalui menyeberangi danau.

“Untuk Desa Trunyan, kami memberikan bantuan dengan menggunakan perahu melewati danau untuk mencapai desa tersebut, karena saat ini kondisi jalan masih terputus,” ujar Eka.

Tim Gabungan yang terdiri dari BNPB, BPBD Provinsi dan Kabupaten, unsur TNI-Polri, Instansi lintas unit, Relawan dan masyarakat bekerjasama melakukan penanganan darurat salah satunya membuka akses jalan darat ke Desa Trunyan yang hingga kini masih terputus. Upaya ini telah dan terus dilakukan dalam memberikan percepatan penanganan darurat bagi warga terdampak.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini