4 YouTuber Bakal Dipolisikan Terkait Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang

Asep Supiandi, Koran SI · Selasa 19 Oktober 2021 17:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 19 525 2488689 4-youtuber-bakal-dipolisikan-terkait-kasus-pembunuhan-ibu-dan-anak-di-subang-Kqi9JAwSfr.jpg Illustrasi (foto: dok Okezone)

SUBANG - Pengacara Yosef Hidayah, suami dari korban pembunuhan di Subang, Tuti Suharti dan Amalia Mustika, akan melaporkan empat channel YouTube terkait konten soal kasus pembunuhan ibu dan anak di Kampung Ciseuti, Desa/Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang. Keempat channel tersebut dinilai telah menyudutkan Yosef Hidayah.

Rohman Hidayat selaku kuasa hukum Yosef menyebutkan, berdasarkan dari konten yang diinventarisasinya dari rekaman di YouTube, ada empat channel yang berkaitan dengan kasus pembunuhan tersebut. Salah satunya ada channel yang mengunggah ritual mediumisasi.

"Semua channel itu sudah kami download dan dikomunikasikan dengan pihak kepolisian. Mudah-mudahan minggu ini kita membuat laporan resmi ke polisi," kata Rohman melalui saluran telepon kepada MNC Portal, Selasa (19/10/2021).

Baca juga:  Ngotot Ingin Bertemu Pembunuh Ibu dan Kakaknya, Yoris Ultimatum Pelaku

Awalnya, kata dia, laporan akan disampaikan kepada Polda Jabar. Namun dengan mempertimbangkan jarak serta keberadaan saksi-saksi, maka pelaporan akan dilakukan ke Polres Subang.

"Kami tidak tahu berapa yang terlibat dalam pembuatan satu konten di YouTube tersebut. Yang jelas kita melaporkan pemilik dari channel tersebut," uja dia.

Baca juga:  Kasus Pembunuh Ibu dan Anak di Subang, Yoris: Pelakunya Harus Bertaubat!

Di kembali mengatakan, keempat channel YouTube yang membuat video terkait pembunuhan di Subang itu sangat merugikan kliennya. Karena konten didasari pencarian fakta sendiri dan menyimpulkan sendiri.

Sementara kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan di kepolisian. Terkait dengan psikologi Yosef saat ini , dia mengakui kondisinya sudah membaik. Meskipun kliennya belum bisa pulang ke rumahnya di Kampung Ciseuti atau TKP pembunuhan yang terjadi pada 18 Agustus 2021.

"Karena kan rumahnya masih dipasang police line, jadi kita belum bisa masuk. Saat ini Pak Yosef tinggal di rumah adiknya," ucap dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini