Oleh karena itu, Ganip menegaskan beberapa hal penting yang harus dilakukan dalam rangka meningkatkan daya dukung lingkungan pada DAS. "Hal penting yang perlu dikembangkan dalam kegiatan ini adalah terwujudnya koordinasi," ucap Ganip.
Kedua, hal penting yang juga harus dilakukan secara terus menerus adalah kampanye pelestarian lingkungan hidup. Ketiga, perlunya dilaksanakannya Identifikasi dan Analisa Daerah Aliran Sungai (DAS) yang membutuhkan perhatian lebih dan menjadi prioritas penanganan.
"Keempat terwujudnya pemberdayaan dan partisipasi masyarakat, serta kelima pemilihan tanaman ekologis dan bernilai ekonomis," sebut Ganip.
Kelima hal itu, ia tegaskan sebagai upaya mitigasi vegetasi di sekitar wilayah aliran sungai. Sehingga, output yang diharapkan dapat meningkatnya produktivitas lahan dan pemanfaatan sungai sebagaimana fungsi alaminya.
"Dan yang paling penting adalah outcome dari upaya tersebut yaitu menurunnya Indeks Risiko Bencana," pungkasnya.
Dalam acara temu Komunitas Peduli Sungai di Kampus IAIN Ambon, Kepala BNPB Ganip juga memberikan penghargaan kepada 44 relawan Komunitas Peduli Sungai (KPS), menyaksikan Simulasi Kebencanaan Berbasis Masyarakat serta meninjau Pameran Kebencanaan & Lingkungan Hidup.
Hadir dalam acara tersebut Gubernur Maluku, Irjen Pol (Purn) Murad Ismail, Ketua DPRD Provinsi Maluku, Lucky Wattimury, Rektor IAIN Ambon Dr. Zainal Abidin Rahawarin, dan Jajaran BNPP/SAR Maluku, Kepala Bakamla, Walikota Ambon serta Komunitas Peduli Sungai Maluku.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.