Tangkap Bos Narkoba Terbesar, Kolombia Kerahkan 500 Tentara dan 22 Helikopter

Vanessa Nathania, Okezone · Senin 25 Oktober 2021 11:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 25 18 2491231 tangkap-bos-narkoba-terbesar-kolombia-kerahkan-500-tentara-dan-22-helikopter-3Ln6svkLoz.jpg Pimpinan Klan Gulf, Dairo Antonio Usuga David alias Otoniel, dikawal polisi di Bogota, Kolombia, setelah ditangkap, 23 Oktober 2021. (Foto: Reuters)

BOGOTA - Pasukan khusus Kolombia telah menangkap pengedar narkoba terkenal, Dairo Antonio Usuga, yang dikenal sebagai Otoniel, selama operasi besar-besaran pada Sabtu (23/10/2021). Otoniel, yang diyakini merupakan bos dari Klan Gulf yang ditakuti itu telah buron selama lebih dari satu dekade.

Sekira 500 tentara dan 22 helikopter dilaporkan terlibat dalam pencarian di tempat persembunyian Otoniel di kawasan hutan wilayah Uraba, barat laut Kolombia. Jumlah personel dan kekuatan yang dilibatkan begitu luar biasa, sehingga pasukan keamanan yang menjaga Otoniel tidak dapat mencegah penangkapan sang Raja Narkoba kali ini.

BACA JUGA: Gembong Narkoba Terbesar Diekstradisi ke AS

Operasi tersebut, yang memakan korban jiwa seorang petugas polisi ini, dilakukan berdasarkan berita yang diberikan oleh AS dan Inggris, menurut pihak berwenang.

Pada Sabtu, sebuah foto di mana Otoniel terlihat diborgol diperlihatkan kepada media, dengan dikelilingi oleh pasukan bersenjata perlengkapan lengkap. Dalam foto yang dibagikan oleh angkatan bersenjata Kolombia, pria berusia 50 tahun itu terlihat mengenakan sepatu bot karet tinggi yang biasanya dikenakan oleh para petani di daerah pedesaan negara itu.

Presiden Ivan Duque mengatakan bahwa penangkapan Otoniel sebagai pukulan terbesar terhadap perdagangan narkoba di Kolombia abad ini.

BACA JUGA: Deretan Pembunuhan oleh Kartel Narkoba di Meksiko, Nomor 3 Paling Sadis

“Pukulan ini hanya sebanding dengan jatuhnya Pablo Escobar pada 1990-an,” kata Duque sebagaimana dilansir RT.

Otoniel diyakini merupakan pimpinan Klan Gulf yang telah mengendalikan rute penyelundupan kokain utama di hutan, dan selama bertahun-tahun telah membuat sebagian besar Kolombia utara dalam ketakutan.

Klan Gulf memiliki sekitar 1.200 pasukan, yang sebagian besar adalah mantan anggota gerilya. Selain itu, pihak berwenang juga menduga gembong narkoba dan antek-anteknya merekrut anak di bawah umur secara paksa dan melakukan tindak pelecehan seksual.

Administrasi Penegakan Narkoba Amerika Serikat (DEA) sebelumnya telah menempatkan hadiah USD5 juta (Rp71 M) untuk penangkapan Otoniel.

Pada 2009, Pengadilan Federal Manhattan mendakwanya atas tuduhan narkoba dan membantu milisi sayap kanan yang ditetapkan sebagai kelompok teroris di AS. Dakwaan itu diikuti oleh dakwaan lainnya dari pengadilan federal Brooklyn dan Miami, yang menuduh Otoniel menyelundupkan 73 metrik ton kokain ke Amerika antara 2003 dan 2014 melalui negara-negara termasuk Venezuela, Guatemala, Meksiko, Panama, dan Honduras.

Otoniel telah menghindari polisi Kolombia selama lebih dari satu dekade dan diduga tidak akan menghabiskan lebih dari satu malam di tempat yang sama.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini