Gembong Narkoba Terbesar Diekstradisi ke AS

Susi Susanti, Okezone · Senin 25 Oktober 2021 09:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 25 18 2491144 gembong-narkoba-terbesar-diekstradisi-ke-as-4Nw3PIyI0U.jpg Gembong narkoba terbesar di Kolombia diekstradisi (Foto: Reuters)

KOLOMBIA - Kolombia telah mengumumkan bahwa pengedar narkoba paling dicari di negara itu akan diekstradisi ke Amerika Serikat (AS) setelah ditangkap pada Sabtu (23/10).

Dairo Antonio Usuga, lebih dikenal sebagai Otoniel, ditangkap setelah operasi gabungan tentara, angkatan udara dan polisi.

Otoniel diketahui ditangkap di tempat persembunyiannya di pedesaan di provinsi Antioquia di barat laut Kolombia, dekat perbatasan dengan Panama.

Operasi tersebut melibatkan 500 tentara yang didukung oleh 22 helikopter. Seorang petugas polisi tewas.

Baca juga: Tragis, Kartel Narkoba Kerap Rekrut Anak-Anak Usia 10 Tahun

Dia memimpin geng kriminal terbesar di negara itu dan telah berada di daftar paling dicari Badan Penegakan Narkoba AS selama bertahun-tahun.

Pejabat AS telah menempatkan hadiah sebesar USD5 juta (Rp71 miliar) atas setiap informasi terkait dirinya.

Mereka menuduhnya mengimpor setidaknya 73 metrik ton kokain ke negara itu antara 2003 dan 2014.

Baca juga: Bos Mafia Narkoba Ditangkap Usai Buron 2 Tahun

Menteri Pertahanan Kolombia Diego Molano mengatakan kepada surat kabar El Tiempo bahwa langkah selanjutnya bagi para pejabat adalah mematuhi perintah ekstradisi AS.

Menurut surat kabar El Nuevo Siglo, pihak berwenang kini telah membawa Otoniel ke sebuah pangkalan militer di ibu kota Bogotá menjelang ekstradisinya.

Presiden Ivan Duque memuji penangkapan gembong narkoba itu dalam pesan video yang disiarkan televisi.

"Ini adalah pukulan terbesar terhadap perdagangan narkoba di negara kita abad ini," terangnya.

"Pukulan ini hanya sebanding dengan jatuhnya Pablo Escobar pada 1990-an,” lanjutnya.

Duque menggambarkan operasi itu sebagai "penetrasi hutan terbesar yang pernah dilihat dalam sejarah militer negara itu".

Angkatan bersenjata Kolombia kemudian merilis foto yang menunjukkan tentaranya menjaga Otoniel, yang diborgol dan mengenakan sepatu bot karet.

Otoniel telah menggunakan jaringan rumah persembunyian pedesaan untuk bergerak dan menghindari pihak berwenang, dan tidak menggunakan telepon, melainkan mengandalkan kurir untuk komunikasi.

Di masa lalu, polisi telah menemukan kasur ortopedi khusus untuk Otoniel di rumah-rumah yang jarang ini, karena ia menderita sakit punggung akibat herniated disc.

Kepala polisi Jorge Vargas mengatakan gembong narkoba itu takut ditangkap dan tidak pernah mendekati daerah berpenghuni.

Tapi El Tiempo melaporkan bahwa pihak berwenang berhasil menentukan lokasi dia akhirnya ditangkap dua minggu lalu.

Vargas mengatakan gerakannya dilacak oleh lebih dari 50 ahli sinyal intelijen menggunakan citra satelit. Agensi AS dan Inggris pun terlibat dalam pencarian.

Ada beberapa operasi besar yang melibatkan ribuan petugas untuk menangkap pria berusia 50 tahun itu dalam beberapa tahun terakhir.

Lahir di Antioquia pada awal 1970-an, Otoniel aktif di antara beberapa kelompok gerilya dan paramiliter - termasuk Farc (Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia), kelompok pemberontak utama Marxis-Leninis, dan Pasukan Bela Diri Bersatu Kolombia (AUC), sebuah paramiliter sayap kanan dan geng penyelundup narkoba.

Ketika AUC dibubarkan pada 2005, ia mulai bekerja untuk raja obat bius Daniel Rendón Herrera, yang dikenal sebagai Don Mario - kepala Urabeños, yang kemudian dikenal sebagai Klan Teluk.

Otoniel kemudian mengambil alih kelompok itu setelah pemimpin sebelumnya - saudaranya - dibunuh oleh polisi dalam penggerebekan di pesta Malam Tahun Baru hampir 10 tahun yang lalu.

Pasukan keamanan Kolombia menyebut geng itu sebagai organisasi kriminal paling kuat di negara itu. Sedangkan pihak berwenang di AS menggambarkannya sebagai "bersenjata berat [dan] sangat kejam".

Geng, yang beroperasi di banyak provinsi dan memiliki koneksi internasional yang luas, terlibat dalam penyelundupan narkoba dan manusia, penambangan emas ilegal, dan pemerasan.

Diyakini memiliki sekitar 1.800 anggota bersenjata, yang sebagian besar direkrut dari kelompok paramiliter sayap kanan. Anggota telah ditangkap di Argentina, Brasil, Honduras, Peru dan Spanyol.

Geng ini menguasai banyak rute yang digunakan untuk menyelundupkan narkoba dari Kolombia ke AS, dan sampai ke Rusia.

Pemerintah Kolombia percaya telah mengurangi jumlahnya dalam beberapa tahun terakhir, memaksa banyak anggota terkemuka untuk bersembunyi di daerah terpencil di hutan.

Otoniel sekarang menghadapi sejumlah tuduhan, termasuk pengiriman kokain ke AS, membunuh petugas polisi dan merekrut anak-anak. Dia didakwa di AS pada 2009.

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini