Nahuys juga terkenal sering menggoda ibu anak - anak ningrat atau istri - istri para penguasa Jawa kala itu. Van Burgst kerap bermain asmara dengan istri pejabat bawahan, dan itu merupakan suatu hal yang dideskripsikan hal biasa.
Alhasil karena dinilai tak sesuai norma umum yang berlaku inilah, Diponegoro begitu menentang Nahuys karena perilakunya. Bahkan kerabat dekat Diponegoro menggambarkan pejabat Belanda itu sebagai kebejatan moral yang menjadi salah satu kunci yang harus dibereskan Belanda, sebelum Perang Jawa dapat diakhiri.
Diponegoro menilai eksploitasi seks atas kaum perempuan oleh orang - orang Eropa yang berkuasa, sebagai sisi lain penghinaan atas status kolonial mereka yang baru. Konon dalam tahun menjelang Perang Jawa di abad ke - 18, hubungan orang Eropa dan Jawa sekarang sudah lebih bersifat eksploitatif, menjarah harta benda keraton, dan membawa pergi perpustakaannya di zaman Inggris. Kemudian bertambah menjadi penjarahan tubuh - tubuh putri - putri Raden Ayu Keraton.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.