Heboh! Siswi SMP Ketapang Melahirkan di Toilet Sekolah, Kadisdik: Tak Terpantau saat Sekolah Daring

Antara, · Rabu 27 Oktober 2021 11:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 27 340 2492440 heboh-siswi-smp-ketapang-melahirkan-di-toilet-sekolah-kadisdik-tak-terpantau-saat-sekolah-daring-NGwfncvgWZ.jpg Kadisdik Ketapang. (Foto: Antara)

PONTIANAK - Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Ketapang, Kalimantan Barat Jahilin membenarkan adanya seorang siswi kelas tiga di sebuah SMPN di Ketapang yang melahirkan dalam toilet sekolah.

"Bahwa kejadian itu benar adanya, memang ada seorang siswi SMPN di Ketapang melahirkan di WC sekolah pada jam pelajaran," ungkap Jahilin kepada awak media saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (26/10/2021).

Peristiwa itu terjadi pada 22 Oktober 2021. Siswi tersebut tetap diperbolehkan mengikuti ujian sekolah mengingat sudah kelas tiga dan terdaftar di sistem sebagai peserta.

"Saat kejadian siswi tersebut sudah ditangani oleh pihak sekolah dan dibawa ke bidan di Ketapang. Pada hari itu juga siswi itu dijemput oleh orang tua dan calon suami atau suami siswi itu," ungkapnya.

Ia mengaku maklum karena para pelajar dua tahun tidak masuk kelas sekolah, sehingga anak didik tidak begitu terdeteksi oleh guru dan kepala sekolah.

Baca juga: Aksi Heroik Petugas Evakuasi Ibu Melahirkan Lewati Tangga Sempit

“Setelah dua tahun tiba-tiba masuk dan siswi itu ternyata tidak diketahui sudah berbadan dua. Siswi juga tidak ada lapor ke sekolah sehingga terjadilah melahirkan dalam WC sekolah itu," lanjutnya.

Jahilin mengaku pihaknya prihatin karena di Ketapang lebih banyak belajar secara daring karena pandemi Covid-19, sehingga para pelajar kurang maksimal diawasi dan terdeteksi oleh para guru di sekolah.

"Semoga kejadian ini jadi pelajaran dan menjadi cambuk kita bersama supaya tidak ada lagi anak putus sekolah karena berbadan dua atau terpaksa kawin," ujarnya.

Ia berpesan agar para anak muda mengutamakan sekolah dari pada memilih hidup menikah dan berkeluarga. Jahilin juga berharap siswi tersebut tetap melanjutkan pendidikannya.

"Nanti bisa mengikuti sekolah atau pendidikan penyetaraan yakni Paket B dan Paket C. Sehingga masa depan pendidikannya tidak masalah," kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini