Mahasiswa Demo Polda NTB soal Polisi Pentung Kepala, Reaksi Kapolda Mengejutkan

Agregasi Sindonews.com, · Rabu 27 Oktober 2021 20:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 27 340 2492804 mahasiswa-demo-polda-ntb-soal-polisi-pentung-kepala-reaksi-kapolda-mengejutkan-RQ1XVXnbXu.jpg Kapolda NTB duduk di jalanan bersama mahasiswa/dok polda ntb

MATARAM – Aksi Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB) Irjen Pol Muhammad Iqbal menemui massa aksi di tengah terik matahari mendapat perhatian publik. Bahkan, Iqbal akan melakukan evaluasi menyusul adanya indikasi pelanggaran prosedur penanganan aksi unjuk rasa mahasiswa di depan Gedung DPRD NTB, pada Kamis (21/10) lalu.

(Baca juga: Briptu A Lukai Mahasiswa Pakai Tongkat saat Demo, Propam Polda NTB Bertindak)

"Karena itu saya sampaikan agar selama menjaga (aksi unjuk rasa), polisi jangan mudah emosi. Melainkan saya ingatkan polisi harus sepuluh kali lipat kesabarannya dari masyarakat," kata Irjen Iqbal di Mataram.

(Baca juga: Kapolda NTB : Vaksinasi Covid Dosis Pertama di Lombok Tengah Capai 70%)

Mantan Kadiv Humas Mabes Polri itu memastikan Briptu A masih menjalani pemeriksaan Bidpropam Polda NTB. Untuk persoalan sanksi pelanggaran terhadap Briptu A, akan diputuskan dalam sidang disiplin kepolisian. 

Perkembangan dari penanganan pelanggaran Briptu A tersebut juga telah disampaikan Iqbal kepada kelompok mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa di depan Mapolda NTB.

Bahkan, kelompok mahasiswa tersebut diberikan kesempatan untuk memastikan bahwa Briptu A kini menjalani penahanan di tempat khusus yang berada di bawah penanganan Bidpropam Polda NTB.

Atensi Kapolda NTB yang langsung  memerintahkan jajaran Propam Polda NTB untuk menyelidiki dan mengusut dugaan kesalahan prosedur yang dilakukan oknum anggota, mendapat apresiasi.

"Ada unjuk rasa mahasiswa dan ada gesekan yang membuat mahasiswa terluka. Kapolda langsung memerintahkan bawahannya mengusut dan memberi sanksi kepada oknum anggota yang diduga melanggar prosedur, ini menurut kami luar biasa," kata Direktur Lembaga M16, Bambang Mei Finarwanto, Rabu (27/10/2021).

Saat itu, kata dia, aktivis mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Mataram menggelar unjuk rasa Dalam aksi di depan gedung DPRD NTB, terjadi gesekan dengan petugas yang menyebabkan satu orang mahasiswa terluka.

"Kalau zaman dulu, hal ini mungkin tidak terjadi. Unjukrasa benjol dan luka ya biasa bagi mahasiswa dan pergerakan. Hari ini Polri sudah humanis benar. Kapolda bahkan rela berpanas-panasan menemui aksi mahasiswa," ujar Didu yang juga mantan aktivis mahasiswa di era 90an.

Kemudian, Iqbal juga menemui langsung unjuk rasa mahasiswa di Mapolda NTB yang memprotes kejadian sebelumnya. Polda NTB tengah menyelidiki dan akan memberi sanksi bagi oknum yang diduga melanggar. "Kapolda Iqbal juga sudah meminta maaf kepada mahasiswa atas kejadian tersebut," ujarnya.

Menurut Didu, langkah yang dilakukan Polda NTB sudah tepat. Hal ini menunjukan adanya keterbukaan dan transparansi Polri dalam kinerjanya. Di lain sisi, Didu juga mengapresiasi para mahasiswa yang masih mau peduli dan ikut mengawal pemerintahan agar lebih baik.

Namun, ia mengatakan, masyarakat sipil, organisasi mahasiswa, pemuda, NGO, dan para aktivis juga harus mulai berbenah, karena sistem politik dan sosial terus menerus berubah dari zaman ke zaman.

"Menyampaikan aspirasi dan menggelar unjukrasa itu penting untuk mengkritisi dan membawa perubahan yang lebih baik. Tetapi cara caranya harus mulai berubah, sudah bukan zamannya kita keras-kerasan dan sampai ricuh. Masyarakat juga harus mulai berbenah," katanya.

Sebab, dalam penyampaian aspirasi pun harus mengedepankan kesantunan, tidak saling menyalahkan, apalagi dengan kekerasan fisik. "Harus saling menghargai," ujar dia.

Didu berharap, kejadian unjuk rasa ricuh kemarin bisa menjadi momentum yang baik bagi Polri dan masyarakat di NTB untuk sama-sama berbenah dan bersama membangun daerah NTB lebih baik ke depan. "Apa yang sudah dilakukan Kapolda Iqbal, harus kita apresiasi dan hargai," katanya

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini