Skandal Pelecehan Seksual, Mantan Asisten Hillary Clinton: Senator AS Mencium Paksa, Saya Mendorongnya

Susi Susanti, Okezone · Kamis 28 Oktober 2021 14:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 28 18 2493176 skandal-pelecehan-seksual-mantan-asisten-hillary-clinton-senator-as-mencium-paksa-saya-mendorongnya-3CjV1duZtY.jpg Mantan asisten Hillary Clinton ungkap pelecehan seksual (Foto: AP)

WASHINGTON - Seorang mantan asisten mantan Ibu Negara Ameriak Serikat (AS) Hillary Clinton telah menulis dalam sebuah buku memoar terbarunya  bagaimana seorang senator AS berusaha untuk menciumnya tanpa persetujuannya.

Menurut Guardian, Huma Abedin mengatakan politisi yang tidak disebutkan namanya itu memaksa menciumnya di sofa pada pertengahan 2000-an setelah mengundangnya ke rumahnya.

Dia bilang dia menolaknya dan langsung melarikan diri. Klaim tersebut dirinci dalam buku barunya, ‘Both/And: A Life in Many Worlds’, yang akan diterbitkan minggu depan.

Dalam sebuah wawancara dengan CBS, Abedin, 45, mengatakan bahwa sang senator mencoba "menciumnya dengan cara yang sangat mengejutkan".

Baca juga: Mantan Asisten Hillary Clinton Ungkap Pelecehan Seksual yang Dilakukan Senator AS

Dia ditanya oleh pewawancara apakah dia merasa telah menjadi korban kekerasan seksual.

"Saya mengatakan bahwa saya berada dalam situasi yang tidak nyaman dengan seorang senator dan saya tidak tahu bagaimana menghadapinya dan saya mengubur seluruh pengalaman itu," terangnya.

Baca juga: Hakim Tetapkan 'Deadline' 14 Juli Tahun Depan untuk Kasus Pelecehan Seksual Pangeran Andrew

"Menurut pendapat pribadi saya, tidak, apakah saya merasa seperti dia menyerang saya pada saat itu? Tidak terasa seperti itu,” lanjutnya.

"Rasanya saya perlu melepaskan diri dari situasi ini. Dan dia juga menghabiskan banyak waktu untuk meminta maaf dan memastikan saya baik-baik saja dan kami benar-benar dapat menyeimbangkan kembali hubungan,” ungkapnya.

Abedin menulis dalam bukunya bahwa setelah makan malam di Washington dia berjalan keluar dengan politisi dan ketika mereka berhenti di depan rumahnya dia mengundangnya masuk untuk minum kopi. Dia menerima tawaran itu.

"Kemudian, dalam sekejap, semuanya berubah. Dia duduk di sebelah kanan saya, melingkarkan lengan kirinya di bahu saya, dan mencium saya, mendorong saya. lidahnya ke dalam mulutku, menekanku kembali ke sofa,” tulis Abedin di bukunya, dikutip Guardian yang telah melihat salinan memoar itu.

"Saya sangat terkejut, saya mendorongnya menjauh. Yang saya inginkan hanyalah 10 detik terakhir dihapus,” ujarnya.

"Kemudian saya mengatakan sesuatu yang hanya akan muncul dari versi saya yang berusia dua puluhan - 'Saya sangat menyesal' - dan berjalan keluar, berusaha tampil sesantai mungkin,” tambahnya.

Abedin tidak mengungkapkan identitas senator atau bahkan partainya dalam menggambarkan insiden yang terjadi ketika dia bekerja untuk Hillary ketika dia menjadi senator AS untuk New York antara 2001 – 2009.

Hillary, yang merupakan calon presiden dari Partai Demokrat 2016 dan menteri luar negeri di bawah Presiden Barack Obama, mengandalkan Abedin sebagai salah satu pembantunya yang paling tepercaya. Hillary pernah menggambarkannya sebagai "putri keduanya".

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini