Murid Tewas di Tangan Gurunya Sendiri, Tubuh Penuh Tusukan dan Kepala Pecah

Vanessa Nathania, Okezone · Kamis 28 Oktober 2021 16:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 28 18 2493252 murid-tewas-di-tangan-gurunya-sendiri-tubuh-penuh-tusukan-dan-kepala-pecah-nLH8yoaMSC.jpg Murid tewas di tangan gurunya sendiri (Foto: Media sosial/east2west news)

RUSIA - Seorang guru perempuan di Rusia, Ulyana Lanskaya ditangkap atas dugaan penculikan dan pembunuhan muridnya Sofia Zhavoronkova, yang dilaporkan mirip dengan anaknya.

Sofia, 9, dilaporkan diculik, disiksa selama lima jam, kemudian ditikam dan dipukuli sampai mati oleh Lanskaya. Kepalanya "hancur" dan wajah serta tubuhnya "rusak". Polisi Rusia mengatakan insiden ini terjadi setelah dia dibujuk pulang oleh Lanskaya, 40, seorang guru bahasa Inggris.

Sofia diketahui telah menulis selebaran di buku catatan dengan 'pengumuman selamatkan planet', yang dibagikannya bersama temannya, Alla, kepada orang asing.

Lanskaya – yang sekarang ditahan - telah melihat murid-murid itu membagikan pesan kepada orang yang lewat dan memuji mereka atas inisiatif gerakan penghijauan mereka.

Baca juga: Kecanduan Pornografi, Dua Bocah 11 Tahun Rajam Anak Tetangga karena Tolak Tiru Adegan Seks

Menurut ibu Alla yang tidak disebutkan namanya, Lanskaya menawarkan untuk membelikan gadis-gadis itu sesuatu yang "lezat" sebagai hadiah dan membawa mereka ke kafe untuk membeli kue dan membelikan mereka permen dan es krim sebelum memikat mereka ke rumahnya.

Sofia dilaporkan hilang dan pencarian polisi besar-besaran dimulai dengan menurunkan 272 sukarelawan. Ibu Sofia, Anna Zhavoronkova, 32, memberikan informasi kehilangan anaknya di media sosial yang juga menuai perhatian banyak orang.

Baca juga: Bela Pembunuhan di Prancis, Siswa 11 Tahun Ancam Penggal Gurunya

Polisi akhirnya menemukan temannya, Alla, yang memberi tahu mereka alamat terakhir kali melihat Sofia.

Menurut polisi, Lanskaya tidak ada di sana, tetapi polisi mendobrak dan menemukan tubuh Sofia, dengan tenggorokannya digorok dan kepalanya dipukuli dengan benda tumpul. Menurut laporan media Vologda-Poisk, tubuhnya penuh luka tusuk dan kepalanya ‘pecah’.

Setelah kematian Sofia, polisi menahan Lanskaya di kereta api dan dia mengaku melakukan pembunuhan itu dan telah ditahan selama dua bulan sambil menunggu penyelidikan pembunuhan.

“Saya mengaku karena saya sangat sakit. Saya merasa tidak sehat, saya tidak punya waktu lama untuk hidup,” terangnya di pengadilan.

Namun penyelidik mengatakan tidak ada bukti bahwa dia sakit parah.

Lanskaya dilaporkan putus asa setelah pihak berwenang melarangnya membesarkan putra dan putrinya sendiri, dan mengatakan Sofia tampak seperti anaknya sendiri.

Menurut laporan, guru itu berulang kali mengklaim putrinya yang sehat menderita kanker dan membutuhkan perawatan medis yang mendesak, dan telah mengancam anaknya dengan pisau.

“Lanskaya adalah wanita yang cerdas, dan berpendidikan. Dia pernah menjadi tutor dalam beberapa bahasa asing,” terang seorang penduduk setempat.

Sementara itu, di pemakaman, ratusan pelayat membawa bunga untuk mengenang Sofia.

“Orang-orang diam, mereka tidak berbicara sama sekali. Semua orang menangis. Bahkan seorang pria pun, memilih meninggalkan gereja, menyingkir, menyalakan sebatang rokok dan menghapus air mata mereka,” tulis laporan lokal.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini