Waspada! Uang Palsu Sebesar Rp37,3 Juta Beredar di Sulawesi Utara

Subhan Sabu, Okezone · Kamis 28 Oktober 2021 14:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 28 340 2493151 waspada-uang-palsu-sebesar-rp37-3-juta-beredar-di-sulawesi-utara-HOjUDSjDjC.jpg Illustrasi (foto: dok Okezone)

MINAHASA UTARA - Sekira Rp37,3 uang palsu (upal) beredar di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Hal itu diungkapkan oleh SM (46) yang mengaku mendapatkan upal tersebut dari tiga pria yaitu, SS, Y, dan T saat dirinya berada di Surakarta (Solo), Jawa Tengah.

Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Jules Abraham Abast mengatakan, SM ditangkap oleh Tim Resmob Polres Minahasa Utara (Minut). Warga Kelurahan Batuputih Bawah, Kecamatan Ranowulu, Kota Bitung itu diamankan pada Sabtu (9/10/2021) siang, di Perum Viola Matungkas, Minut.

“Awalnya Tim Resmob mendapat informasi dari petugas SPBU Kolongan, Minut, bahwa pada Sabtu (9/10/2021) pagi itu, ada warga yang membeli BBM dengan menggunakan upal pecahan Rp100 ribu,” ujar Kombes Pol Jules Abraham Abast, Kamis (28/10/2021).

Baca juga:  Bareskrim Tangkap 110 Tersangka Pengedar Uang Palsu

Tim lalu meminta keterangan dari VT, warga yang membeli BBM tersebut. VT mengaku mendapatkan uang dari SM, dan tidak mengetahui kalau uang tersebut ternyata palsu.

“Tim lalu menangkap SM dan mendapati upal sebesar Rp1,1 juta. SM mengaku masih menyimpan upal sebesar Rp160 juta yang dititipkan pada temannya berinisial K, warga Girian, Bitung,” terangnya.

Baca juga: Polisi: Uang Palsu Banyak Dibuat di Jateng, Disebarkan ke Jabodetabek

Lanjutnya, tim mendatangi rumah K dan mendapati upal sebesar Rp160 juta yang dibungkus dalam kertas HVS. Hasil penyidikan terhadap SM didapati upal sebesar Rp162,7 juta dari jumlah seluruhnya Rp202,2 juta.

“Upal yang sudah beredar sekitar Rp37,3 juta, diedarkan di Pasar 45 Manado dan Pasar Airmadidi Minut. Modusnya, pelaku membelanjakan upal agar mendapat uang kembalian asli,” jelasnya.

SM juga mengaku, upal tersebut diberikan oleh tiga pria yaitu, SS, Y, dan T saat dirinya berada di Surakarta (Solo), Jawa Tengah. Bahkan SS sempat menunjukkan dua tempat pembuatan upal kepada SM, yaitu di Surakarta dan Boyolali, Jawa Tengah.

“SM mengetahui bahwa uang tersebut palsu, kemudian membawanya dari Surakarta ke Surabaya dan Surabaya ke Makassar menggunakan kapal laut. Selanjutnya SM menumpang truck barang dari Makassar menuju Manado,” tutur Jules.

Tambahnya, tiga pelaku lain yaitu SS, Y, dan T masih dikejar pihak kepolisian, dan ketiganya masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Ketiganya memiliki peran berbeda. SS sebagai pimpinan pencetak upal dan memberikan upal kepada SM, lalu Y sebagai pengawas lokasi pencetakan upal, dan T sebagai perantara yang mengenalkan SM kepada SS dan Y,” sebutnya.

Dalam pengungkapan tersebut, tim pun menyita sejumlah barang bukti. Antara lain, 1.649 lembar upal dengan total Rp164,9 juta yang memiliki sekitar 80 nomor seri berbeda, 22 lembar upal pecahan Rp100 ribu total Rp2,2 juta, kartu tanda pengenal, 15 bungkus rokok berbagai merek, 1 unit sepeda motor, 1 buah kunci sepeda motor, serta surat pernyataan antara SM dengan SS.

Pelaku SM beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Minut untuk diperiksa, dan kasus tersebut masih dalam pengembangan.

Ia menerangkan, pelaku dijerat pasal 36 ayat (2) dan (3) UU RI Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 15 tahun.

“Masyarakat diimbau lebih waspada saat bertransaksi menggunakan uang tunai. Periksa dan teliti dengan baik uang yang diterima, pastikan bukan upal. Dan jika mengetahui adanya peredaran upal agar segera melapor ke pihak kepolisian,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini