Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kapolri: Mural Kritik Paling Pedas Jadi Sahabat Saya

Carlos Roy Fajarta , Jurnalis-Sabtu, 30 Oktober 2021 |12:35 WIB
Kapolri: Mural Kritik Paling Pedas Jadi Sahabat Saya
Kapolri membuka Bhayangkara Mural Festival 2021 (Foto: Carlos Fajar)
A
A
A

JAKARTA - Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo memastikan Polri tidak antikritik dari masyarakat terkait kinerja maupun berbagai peristiwa yang viral di media sosial (medsos).

Listyo bahkan menyebutkan pihak manapun yang menggambar mural kritik paling pedas terhadap institusi Polri akan menjadi sahabat dirinya.

Hal tersebut ia sampaikan dalam sambutannya saat membuka Bhayangkara Mural Festival 2021 - Piala Kapolri di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru Jakarta Selatan pada Sabtu (30/10/2021).

"Masukkan tema kritikan tentang Polri, masyarakat silakan mau berekspresi, berpersepsi tentang Polri. Positif boleh negatif boleh karena ini bagian dari instrospeksi dari masyarakat. Jadi bukan identitas didata Polri, kalau berekspresi. Kalau gambar nya paling pedas itu juga akan kami terima, yang berani menggambar seperti itu jadi sahabat Polri, sahabat Kapolri, agar kami semakin dicintai masyarakat," ujar Listyo Sigit Prabowo.

Baca juga: Kapolri Tegaskan Sinergitas TNI-Polri Kunci Sukses Hadapi Berbagai Ancaman

Ia menjelaskan bahwa kebebasan berpendapat di Indonesia yang merupakan negara demokrasi sudah dilindungi konstitusi sesuai UU yang berlaku.

"UU mengatur dalam Pasal 28 Masyarakat diberikan kebebasan berekspresi. Polri menjunjung tinggi UU tersebut. Hal itu dituangkan dalam UU Nomor 9 Tentang Kemerdekaan atau Kebebasan Menyampaikan Pendapat Di Muka Umum," kata Listyo Sigit Prabowo.

Baca juga: Lewat Mural, Mahasiswa Edukasi Masyarakat tentang Bahaya Pinjaman Online

Ia menyebutkan bahwa hal tersebut tentunya berbeda dibandingkan di era orde sebelumnya. Di mana saat reformasi kebebasan itu dibuka. Masyarakat, kata Listyo, sekarang bebas menyampaikan aspirasi dan ekspresinya.

"Itu kita hormati. Ada hal-hal yang harus dihormati dalam menyampaikan kebebasan berekspresi, hak-hak orang lain harus kita hormati. Perkembangan teknologi informasi 4.0, kebebasan ini dituangkan dalam dunia maya atau cyber. Kemudian marak berbagai ekspresi positif ataupun negatif," pungkasnya.

Sebagaimana diketahui pendaftaran dan seleksi 'Bhayangkara Mural Festival 2021 - Piala Kapolri' dilaksanakan 17 September - 24 Oktober 2021. Total ada 803 karya mural seniman yang terdaftar seluruh Indonesia.

Baca juga: Cegah Lonjakan Covid-19 saat Libur Nataru, Kapolri: Tak Boleh Abai dan Selalu Jaga Prokes

Di masing-masing 34 Polda di wilayah Indonesia ada sebanyak 495 karya mural yang mengikuti kompetisi Mural Festival Piala Kapolda. Kemudian 80 karya diantaranya yang sudah dikurasi dan terseleksi mengikuti Piala Kapolri di Mabes Polri pada 30 Oktober 2021.

Untuk para pemenang kompetisi mural ini bagi pemenang pertama memperoleh Rp 30 juta, pemenang kedua Rp 15 juta, pemenang ketiga Rp 10 juta. Serta untuk tujuh peserta favorit mendapatkan masing-masing Rp 5 juta.

Baca juga: Kapolri Diapresiasi Minta Polisi Tak Antikritik

Sebagaimana diketahui, institusi Polri saat ini dibanjiri kritik oleh publik maupun netizen dunia maya dengan berbagai kasus oknum anggota Polri yang memperburuk citra Polri. Mulai dari penyalahgunaan wewenang, kekerasan berlebihan, pelecehan seksual, dan lain sebagainya.

(Fakhrizal Fakhri )

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement