JAKARTA - Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa awal mula ide lomba Bhayangkara Mural Festival 2021 muncul setelah mural kritik 'Jokowi 404: Not Found' viral di media sosial (medsos).
Hal tersebut ia sampaikan dalam sambutannya saat membuka 'Bhayangkara Mural Festival 2021 - Piala Kapolri' di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru Jakarta Selatan pada Sabtu (30/10/2021).
"Ide ini muncul dari diskusi, karena muncul peristiwa 404 Presiden Jokowi not found. Kemudian ada aksi-aksi di lapangan yang menjadi polemik. Ada yang menghapus, ada juga yang membiarkan," ujarnya.
Baca juga: Kapolri: Mural Kritik Paling Pedas Jadi Sahabat Saya
Ia mengungkapkan bahwa jumlah peserta mural meningkat drastis setelah dirinya memperbolehkan mural bertema kritis dalam pelaksanaan Bhayangkara Mural Festival 2021 - Piala Kapolri.
"Tahap awal, pada saat dibuka yang mendaftar hanya 18 peserta. Namun, setelah kita berikan imbauan bahwa tidak perlu takut. Jadi ada isu bahwa jadi kalau kita nanti ikut, ini cara polisi untuk tahu identitas kita. Sehingga sewaktu-waktu nanti kita pasti ditangkap, awalnya seperti itu. Lalu saya umumkan bahwa tidak ada seperti itu, yang Polri antikritik. Kemudian ramai ada 803 peserta," kata dia.
Baca juga: Kapolri Ingin Potong Kepala, Kapolda Metro: Saya Blender Sekalian!
Listyo pun mendorong para peserta mural untuk menghasilkan mural terbaik meskipun kontennya positif maupun negatif atau dalam bentuk kritik sesuai dengan tema yang ada.
"Tentunya ini jadi kebanggaan kami bahwa ternyata kawan-kawan tidak takut dan berani tampil. Gambar yang positif, negatif, silakan. Kami akan menghargai betul. Sekali lagi, kritik, memberi masukan, positif, negatif juga boleh, akan jadi teman Pak Kapolri," pungkasnya.
Proses pendaftaran dan seleksi 'Bhayangkara Mural Festival 2021 - Piala Kapolri' dilaksanakan 17 September - 24 Oktober 2021. Total ada 803 karya mural seniman yang terdaftar seluruh Indonesia.
Di masing-masing 34 Polda di wilayah Indonesia ada sebanyak 495 karya mural yang mengikuti kompetisi Mural Festival Piala Kapolda. Kemudian 80 karya diantaranya yang sudah dikurasi dan terseleksi mengikuti Piala Kapolri di Mabes Polri pada 30 Oktober 2021.
Sebagaimana diketahui, institusi Polri saat ini dibanjiri kritik oleh publik maupun netizen dunia maya dengan berbagai kasus oknum anggota Polri yang memperburuk citra Polri. Mulai dari penyalahgunaan wewenang, kekerasan berlebihan, pelecehan seksual, dan lain sebagainya.
Baca juga: Lewat Mural, Mahasiswa Edukasi Masyarakat tentang Bahaya Pinjaman Online
(Fakhrizal Fakhri )