"Perdana Menteri Kishida akan membutuhkan partai yang bersatu dan penampilan elektoral yang kuat pada 31 Oktober jika dia ingin berhasil mengatasi agenda nasional Jepang yang sulit," tulisnya dalam sebuah blog.
Jumlah pemilih akan sangat penting, karena jumlah pemilih yang lebih tinggi cenderung mendukung oposisi, tetapi banyak yang memilih untuk memilih absen.
Kelompok oposisi terbesar, Partai Demokrat Konstitusional Jepang, diperkirakan akan mendapatkan kursi tetapi tidak akan menggulingkan koalisi Kishida.
Namun, kehilangan kursi LDP yang besar dapat menyebabkan pertikaian partai, mengembalikan Jepang ke era pemerintahan berumur pendek. Situasi ini sempat membuat Jepang kehilangan statusnya di dunia global, sampai Shinzo Abe memimpin negara itu selama delapan tahun hingga September 2020.
Ketidakpastian tinggi diperkirakan akan muncul dalam pemilihan kali ini, dengan surat kabar Nikkei memperkirakan 40% dari distrik kursi tunggal memiliki persaingan ketat dan jajak pendapat baru-baru ini menunjukkan sekitar 40% pemilih ragu-ragu.
Pemungutan suara berakhir pada pukul 8 malam waktu setempat, dengan hasil yang diproyeksikan kemungkinan akan datang segera setelah itu dari jajak pendapat media.