Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

39 Tahun Terbentuk, Berikut Sejarah Singkat Pasukan Mematikan Denjaka

Riezky Maulana , Jurnalis-Kamis, 04 November 2021 |07:14 WIB
39 Tahun Terbentuk, Berikut Sejarah Singkat Pasukan Mematikan Denjaka
Denjaka (Foto: TNI AL)
A
A
A

JAKARTA - Pasukan elite milik TNI AL, Detasemen Jala Mangkara (Denjaka) tepat berusia 39 Tahun pada hari ini, Kamis (4/12/2021). Denjaka resmi dibentuk oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) ke-10 Laksamana TNI (Purn) Mochamad Romly pada tahun 1982.

Ditelusuri dari beragam sumber, kala pertama kali dibentuk, nama yang tersemat bukanlah Denjaka, melainkan Pasukan Khusus AL (Pasusla). Keberadaan Pasusla dibutuhkan guna menanggulangi beragam bentuk ancaman aspek laut, seperti terorisme dan sabotase.

Baca Juga:  5 Fakta Denjaka Pasukan 'Hantu Laut', Nomor 3 Latihannya Mengerikan

Seiring kebutuhan yang kian mendesak, KSAL menyurati Panglima ABRI yang isinya berkisar keinginan untuk membentuk Denjaka. Tepat pada 13 November 1984, Panglima ABRI menyetujui pembentukan Denjaka menjadi satuan antiteror aspek laut di bawah naungan Korps Marinir.

Pada tahap pertama itulah, sebanyak 70 personel dari Batalyon Intai Amfibi (Yontaifib) dan Komando Pasukan Katak (Kopaska) direkrut.

Lantaran masuk kategori pasukan khusus, tak sembarang prajurit TNI AL yang bisa masuk ke dalam detasemen ini. Pendidikan yang dilalui pun ada beberapa tahap.

Baca Juga:  Kerasnya Denjaka, Dilepas di Hutan hingga Kaki dan Tangan Diikat Lalu Dilempar ke Laut

Pertama, prajurit Denjaka dibekali kursus penanggulangan antiteror aspek laut yang bermaterikan, intelijen, taktik dan teknik anti-teror, dan anti-sabotase. Kemudian, ada dasar-dasar spesialisasi komando kelautan dan keparaan lanjutan.

Di tahap awal, mereka akan digembleng fisik dan pikirannya selama kurang lebih 6 bulan. Kemudian, dilanjutkan dengan kursus dengan materi pemeliharaan kecakapan dan peningkatan kemampuan kemahiran kualifikasi Taifib dan Paska.

Di tahap ini prajurit Denjaka turut dibekali pemeliharaan dan peningkatan kemampuan menembak, lari dan berenang, peningkatan kemampuan bela diri, penguasaan taktis dan teknik penetrasi rahasia, darat, laut dan udara, penguasaan taktik dan teknik untuk merebut dan menguasai instalasi di laut, kapal, pelabuhan atau pangkalan dan personel yang disandera.

Terdapat pula materi penguasaan taktik dan teknik operasi klandestin aspek laut, pengetahuan tentang terorisme dan sabotase, penjinakan bahan peledak, dan peningkatan kemampuan survival, pelolosan diri, pengendapan, dan ketahanan interogasi.

Untuk mendukung operasi personel Denjaka dibekali antara lain submachine gun MP5, HK PSG1, Daewoo K7, senapan serbu G36, HK416, M4, Pindad ss-1, CZ-58, senapan mesin ringan Minimi M60, Daewoo K3, serta pistol Beretta, dan HK P30 dan SIG Sauer 9 mm

Denjaka sendiri terdiri dari satu markas zedenk detasemen, satu tim markas, satu tim teknik dan tiga tim tempur. Sebagai unsur pelaksana, prajurit Denjaka dituntut memiliki kesiapan operasional mobilitas kecepatan, kerahasiaan dan pendadakan yang tertinggi.

Berdasarkan peraturan Panglima TNI Nomor Perpang/77/X/2010 tentang Persetujuan dan Pengesahan Peningkatan kepangkatan dalam Jabatan di Lingkungan Korps Marinir diputuskan Komandan Denjaka berpangkat Kolonel. Sedikitnya Komandan Denjaka sudah berganti sebanyak 21 kali, dan yang terkini dipimpin Kolonel (Mar) Kresno Pratowo.

Beberapa Perwira Tinggi (Pati) sempat ditunjuk sebagai Komandan Denjaka, seperti Komandan Korps Mrinir Mayjen TNI Mar Suhartono, Gubernur Angkatan Laut Mayjen TNI Mar Nur Alamsyah, dan Wadan Koopsus TNI Brigjen TNI Mar Supriyono.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement