Seorang manajer penjualan yang berbasis di Jerman, Najib Youssef, menyalahkan “pemerintah dan administrasi yang tidak produktif” karena memutuskan hubungan diaspora dari keluarga mereka.
“Pemerintahan ini sama seperti sebelumnya, kabinet tidak subur. Sejauh ini, ia telah gagal dalam mengelola negara. Ini telah berpartisipasi dalam membunuh semua sektor jasa termasuk telekomunikasi,” ujarnya.
Warga Lebanon yang tinggal di Istanbul, Turki, Nada Khalil, menilai sejak kemerosotan ekonomi Lebanon dimulai pada 2020, mereka yang berkuasa bukanlah penguasa.
"Mereka adalah sekelompok pencuri serakah yang mengenakan jas dan membunuh kita secara perlahan," ujar Khalil.
“Peringatan konstan tentang runtuhnya Internet telah berlangsung dan mereka selalu menyalahkan kekurangan bahan bakar dan dolar. Ini tidak lebih dari bentuk pemerasan murahan untuk menutupi upaya mereka menaikkan tarif seperti di sebagian besar sektor produktif,” tutur Khalil.
(Erha Aprili Ramadhoni)