Share

Ketika Anak PM Selandia Baru Menyela Siaran Langsung Sang Ibu, Ardern: Waktu Tidur Gagal!

Susi Susanti, Okezone · Kamis 11 November 2021 13:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 11 18 2500152 ketika-anak-pm-selandia-baru-menyela-siaran-langsung-sang-ibu-ardern-waktu-tidur-gagal-nWCIeXQ6xx.jpg PM Jacinda Ardern saat siaran langsung di Facebook (Foto: Tangkapan layar/ Twitter)

SELANDIA BARU - Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, dihadapkan dengan komentar tak terduga saat ia berbicara kepada negaranya. Bukan dari oposisi, atau dari warga yang marah, tetapi dari putrinya, yang menyelanya selama siaran langsung (live streaming) di Facebook.

Ardern sedang melakukan syuting dengan pemirsa tentang tanggapan Covid-19 negara itu ketika dia diganggu oleh putrinya Neve yang berusia 3 tahun yang memanggil dirinya.

"Mummy?,” ujar sang putri

"Kamu seharusnya berada di tempat tidur, sayang," jawab Ardern.

"Sudah waktunya tidur, sayang. Kembalilah ke tempat tidur, sampai jumpa lagi," tambahnya, sebelum meminta putrinya kembali ke neneknya.

"Yah, itu adalah kegagalan waktu tidur, bukan? Saya pikir inilah saatnya saya akan melakukan Facebook Live, Ini akan menyenangkan dan aman. Apakah ada orang lain yang memiliki anak-anak yang melarikan diri seperti tiga, empat kali setelah waktu tidur? Syukurlah, ibuku ada di sini jadi dia bisa membantu,” lanjutnya.

 Baca juga: PM Jacinda Ardern Tidak Merasa 'Cukup Tangguh' di Politik

"Oke, sampai mana kita?" Ardern mencoba melanjutkan.

Tetapi Neve tidak menerima jawaban tidak. Kemudian dia pun kembali ke siaran langsung itu.Sang anak pun kembali protes. "Kenapa lama sekali?," terangnya.

Baca juga: Siapkan Anggaran Rp252 Miliar, PM Selandia Baru Sediakan Produk Menstruasi Gratis

Ardern pun akhirnya mengumumkan bahwa dia akan mengakhiri siaran langsung itu.

"Maaf sayang, ini lama sekali. Oke. Maaf, semuanya. Aku akan pergi dan menidurkan Neve kembali. Karena ini sudah lewat dari jam tidurnya. Terima kasih telah bergabung dengan Saya,” ujarnya.

Perjuangan Ardern tidak diragukan lagi menyentuh hati para orang tua di seluruh dunia yang telah berjuang untuk menyeimbangkan bekerja dari rumah dan mengasuh anak.

Pandemi telah memaksa sebagian besar tenaga kerja global untuk melakukan eksperimen kerja jarak jauh dalam skala yang belum pernah terlihat sebelumnya, mengaburkan batas antara pekerjaan dan kehidupan rumah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini