Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Antisipasi Banjir, Pemprov Kalteng Evaluasi Izin Perkebunan, HTI dan HPH

Agustina Wulandari , Jurnalis-Kamis, 18 November 2021 |19:06 WIB
Antisipasi Banjir, Pemprov Kalteng Evaluasi Izin Perkebunan, HTI dan HPH
Gubernur Kalteng Sugianto Sabran. (Foto: Dok.Pemprov Kalteng)
A
A
A

PALANGKA RAYA – Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran mengatakan bahwa Pemprov Kalteng saat ini sedang mengusulkan kepada Pemerintah Pusat untuk mengevaluasi perizinan perkebunan, HTI dan HPH di Kalteng.

“Saya selaku Gubernur dalam waktu dekat ini mengirim surat ke Pemerintah Pusat khususnya supaya perizinan-perizinan perkebunan, HTI dan HPA baik yang sedang berjalan maupun yang belum berjalan, tolong ditinjau kembali," ujar Gubernur Sugianto Sabran dalam pernyataan persnya usai pimpin Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Pemerintah Daerah Menghadapi Bencana Alam (Banjir) dan Bencana Non-Alam (Covid-19) di Prov. Kalteng, bertempat di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Rabu (17/11/2021).

Baca Juga: Ketua DPD RI: Tertibkan Izin Hutan Tanaman Industri!

Menurut Sugianto Sabran, usulan tersebut untuk mengantisipasi banjir yang terjadi dalam dua tahun ini. Sebagaimana diketahui, Pemprov Kalteng terus melakukan pengkajian masalah dan penyebab banjir, selain intensitas hujan yang tinggi di Kalteng ini.

Sugianto Sabran menekankan pentingnya menjaga lingkungan. Ia menilai salah satu penyebab banjir adalah aktivitas penebangan kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI).

“Jika ada kegiatan yang dikerjakan oleh misal 7.000 atau 8.000 orang, tetapi dampak bencana dirasakan oleh ratusan ribu orang," ucapnya.

Berdasarkan data BPBPK per 17 November 2021, kabupaten yang terdampak di antaranya Kabupaten Katingan yang meliputi 12 kecamatan dengan jumlah warga terdampak 34.335 jiwa, sedangkan Kabupaten Kotawaringin Timur yang meliputi 8 kecamatan dengan jumlah warga terdampak 11.272 jiwa.

Selain itu, ada juga Kabupaten Barito Selatan yang meliputi 3 kecamatan, Kabupaten Kapuas yang meliputi 6 kecamatan dengan jumlah warga terdampak 8.082 jiwa, Kabupaten Pulang Pisau yang meliputi 3 kecamatan dengan jumlah warga terdampak 3.200 jiwa dan Kota Palangka Raya yang meliputi 4 kecamatan dengan jumlah warga terdampak 10.619 jiwa, sehingga total warga terdampak berjumlah 67.508 jiwa.

CM

(Agustina Wulandari )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement