Secara keseluruhan di pasar ini terdapat total 250 pedagang, mereka berasal bukan hanya dari Gununghalu tapi ada juga yang dari kecamatan lain, seperti dari Cipongkor, Sindangkerta, Cililin, hingga Cimahi. Khusus bangunan lama digunakan untuk jualan komoditas sayuran dan produk basahan. Setiap Sabtu pasar ini biasanya ramai oleh pembeli dari mulai subuh hingga siang.
"Kalau bangunan pasar yang lama tetap kokoh gak apa-apa, yang ambruk adalah bangunan baru, dibangun 2018 dan tahun 2020 sempat diperbaiki atapnya," sebut Isep.
Disinggung soal rencana perbaikan, Isep mengaku masih bingung mencari pendanaan. Sebab, pihak pengembang tidak mau bertanggungjawab dan menyerahkan hal tersebut ke pihak desa. Di satu sisi, anggaran desa sudah dialokasikan untuk program seperti penanganan Covid-19, terlebih saat ini sudah diakhir tahun. Namun, pihaknya akan mengupayakan agar aktivitas pasar secepatnya kembali normal.
"Kita sudah lapor ke Plt Bupati dan Disperindag, karena bingung mencari anggaran pembangunannya. Paling tidak dibutuhkan dana sekitar Rp130-150 juta dan perbaikannya kemungkinan lebih dari dua bulan," ucapnya.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.