Ketika Kapolsek Cantik Acak-acak Warung Penyimpanan Miras Ilegal

Jefli Oktari, MNC Portal · Jum'at 19 November 2021 14:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 19 340 2504255 ketika-kapolsek-cantik-acak-acak-warung-penyimpanan-miras-ilegal-XGl2DCdGNC.png Kapolsek Sungai Penuh, AKP Ragil saat gerebek miras (foto: istimewa)

SUNGAI PENUH - Kepala Kepolisan Sektor (Kapolsek) Sungai Penuh, AKP Ragil Titisari memimpin penggerebekan warung tempat penyimpanan minuman keras (miras) ilegal jenis tuak, di desa Sungai Ning Kecamatan Bungkal Kota Sungai Penuh Provinsi Jambi.

Kapolsek cantik ini melakukan penggerebekan bersama tim Burung Gagak Polsek Sungai Penuh.

"Warung yang kita gerebek ini menjual dan menyimpan tuak yang diedarkan di wilayah Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci. Tuak ini diperoleh pemilik dari Bangko Kabupaten Merangin Jambi," kata AKP Ragil Titisari pada MNC Portal, Jumat (19/11/2021).

Baca juga:  Razia Miras Ilegal, 297 Botol Miras Disita Satpol PP DKI

Menurut Ragil, pemilik warung sebelumnya juga sudah pernah digerebek sekira dua bulan lalu, pada September 2021. Dan sebulan ini mulai kembali menjalankan usaha menjual dan menyimpan tuak.

"Giat operasi pekat ini berdasarkan informasi dari masyarakat, dan berhasil diamankan 210 liter tuak di warung Ridho Sungai Ning dengan pemilik bernama Rosmanidar berusia 32 tahun," tandasnya.

Baca juga:   Impor Miras, MUI Minta Kemendag Batalkan demi Moral dan Akal Sehat

Penjual, imbuhnya, setiap pekan dapatkan tuak dari pemasok dari Bangko Kabupaten Merangin yang diantarkan ke warung milik Rosmainidar.

"Rosmanidar menjual tuak dengan harga Rp20 ribu per liter dan membeli Rp300 ribu per 1 jeriken isi 30 liter. Dalam sepekan pemasok tuak mengantarkan 7 jeriken ke warung penjual tuak ini dan habis dalam waktu dua pekan. Artinya, Rosmanidar untung Rp10 ribu/liter dari berjualan tuak," sebutnya.

Ragil melanjutkan bahwa barang bukti tersebut sebanyak 60 liter dimusnahkan dan 150 liter diamankan ke Mapolsek Sungai Penuh.

"Warung yang dijadikan tempat penyimpanan Tuak sudah kita segel dan pemiliknya saat ini dilakukan pembinaan," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini