Penjual, imbuhnya, setiap pekan dapatkan tuak dari pemasok dari Bangko Kabupaten Merangin yang diantarkan ke warung milik Rosmainidar.
"Rosmanidar menjual tuak dengan harga Rp20 ribu per liter dan membeli Rp300 ribu per 1 jeriken isi 30 liter. Dalam sepekan pemasok tuak mengantarkan 7 jeriken ke warung penjual tuak ini dan habis dalam waktu dua pekan. Artinya, Rosmanidar untung Rp10 ribu/liter dari berjualan tuak," sebutnya.
Ragil melanjutkan bahwa barang bukti tersebut sebanyak 60 liter dimusnahkan dan 150 liter diamankan ke Mapolsek Sungai Penuh.
"Warung yang dijadikan tempat penyimpanan Tuak sudah kita segel dan pemiliknya saat ini dilakukan pembinaan," tuturnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.