Share

BPBD Trenggalek: 30 Rumah Warga Rusak Akibat Bencana Longsor

Antara, · Senin 22 November 2021 00:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 21 340 2505289 bpbd-trenggalek-30-rumah-warga-rusak-akibat-bencana-longsor-AqOk3Uvp8e.jpg Longsor di Trenggalek rusak puluhan rumah warga (Foto: istimewa)

TRENGGALEK - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur mengonfirmasi sedikitnya 30 rumah warga mengalami kerusakan skala berat dan sedang selama kurun tiga pekan terakhir akibat bencana longsor.

"Untuk tingkat rusaknya bervariasi. Rata-rata mengenai bagian dinding tembok maupun dapur rumah warga," kata Sekretaris BPBD Trenggalek, Tri Puspita Sari di Trenggalek, Minggu (21/11/2021).

Bencana longsor itu sendiri terjadi sporadis. Selain mengenai rumah warga, ada sejumlah fasum yang rusak, seperti akses jalan, jembatan, hingga bangunan sekolah.

Bencana tanah longsor itu tersebar di beberapa desa di kecamatan wilayah pegunungan. Lokasi tanah longsor itu masuk dalam pemetaan sebagai daerah rawan bencana longsor.

"Berdasarkan pemetaan BPBD Trenggalek, terdapat 45 desa di 10 kecamatan yang masuk ke dalam daerah rawan longsor. Masyarakat yang tinggal di daerah tersebut diimbau untuk waspadai dan mengantisipasi ancaman tersebut selama musim hujan,” katanya.

Baca juga: Tanah Longsor di Cianjur, 10 Orang Terluka

Selain mengenai rumah, dampak bencana hidrometeorologi itu juga mengakibatkan jalan penghubung antar dusun di Desa Sumberbening Kecamatan Dongko terputus.

Akibatnya, sebanyak 14 kepala keluarga (KK) di RT 13/RW 04 Dusun Pelem terisolasi.

Baca juga: BPBD Garut: Longsor di Darajat Tak Bahayakan Rumah Penduduk

Sebab, jalan utama penghubung antara Dusun Pelem dengan Dusun Krajan terputus usai ambles sepanjang 15 meter dengan kedalaman 5 meter. Selain memutus konektivitas warga, jalan ambles selebar empat meter itu juga mengancam rumah di bawah jalan.

"Sebelumnya longsor juga menutup total akses jalan Kampak-Munjungan, tepatnya di Dusun Sarubasahan Desa Besuki Kecamatan Munjungan. Namun tidak berlangsung lama, jalan bisa dilalui lagi setelah petugas gabungan dibantu masyarakat membersihkan material longsor," kata dia.

Selain rumah hingga infrastruktur jalan, beberapa objek vital seperti fasilitas pendidikan juga dilaporkan terdampak longsor. Sebanyak dua sekolah di laporkan terdampak bencana longsor dari total 38 titik longsor selama kurun waktu 21 hari tersebut.

Baca juga: Alat Berat Diterjunkan Evakuasi Material Longsor di Waru Pamekasan

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini