4. Dikson, Rusia
Kota yang dijuluki Capital of the Arctic ini sering mengalami malam kutub atau hari tanpa sinar matahari selama lebih dari 24 jam di bulan Desember dan awal Januari. Selama 10 bulan kota Dikson diselimuti oleh musim dingin.
Sementara di dua bulan sisanya, matahari tidak pernah terbit. Terhitung setiap tahunnya, hanya 1.164 jam sinar matahari menyinari Dikson.
Baca juga: Viral Cahaya Matahari Dilingkari Pelangi di Langit Jambi, Fenomena Apa?
5. Chongqing, China
Chongqing merupakan kota dengan iklim subtropis lembap dan mengalami kondisi iklim yang sangat basah hampir sepanjang tahun. Kota ini tercatat hanya memiliki jam sinar matahari sekitar 1.054 per tahun.
Hal tersebut dikarenakan Chongqing terletak di cekungan Sichuan. Pada bulan Desember dan Januari, Chongqing menerima cahaya paling sedikit. Sedangkan pada bulan Agustus cukup tinggi, yaitu sekitar 48%.
Baca juga: Alquran dan Sains: Ini Tanda-Tanda yang Diperlihatkan Matahari pada Hari Kiamat
6. Sao Joaquim, Brazil
Sao Joaquim terletak di Santa Catarina, Brasil Selatan. Kota ini merupakan dataran tinggi beriklim subtropis dengan ketinggian sekitar 1.360 meter. Sao Joaquim hanya menerima sinar matahari selama 1.055 jam per tahunnya. Pada bulan Januari, kota ini bersuhu rata-rata 17 derajat Celcius, sedangkan pada bulan Juli hanya 9 derajat Celcius.
(Fakhrizal Fakhri )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.