Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Bicara di Webinar Partai Perindo, Sekjen PDIP: Negara Tidak Boleh Kalah dengan Gempuran Radikalisme dan Terorisme

Tim Okezone , Jurnalis-Selasa, 23 November 2021 |22:17 WIB
 Bicara di Webinar Partai Perindo, Sekjen PDIP: Negara Tidak Boleh Kalah dengan Gempuran Radikalisme dan Terorisme
Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto di acara Webinar Partai Perindo (foto: tangkapan layar)
A
A
A

Lalu Ketua DPP Partai Perindo Bidang Pertahanan dan Keamanan, Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati mengatakan, terdapat 5 bentuk kelompok radikal berdasarkan sisi engangement atau keterlibatan.

Hal itu berdasarkan pemetaan yang dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Pertama, kelompok yang tidak memiliki pemikiran radikal terorisme, namun terekspos narasi radikal terorisme.

Kedua, kelompok yang diam-diam menyetujui tindakan radikal, namun tidak mengekspresikan persetujuannya dalam bentuk apapun.

Ketiga, kelompok yang menunjukkan dukungan dan persetujuan atas tindakan radikal terorisme serta mengekspresikannya dalam ruang publik.

Keempat kelompok yang sudah mulai membantu terlibat dalam aksi yang memiliki unsur kekerasan atau violent extremism (VE), namun tidak menjadi aktor utama.

"Kelima, kelompok yang terlibat sebagai aktor utama dalam aksi terorisme," tuturnya.

Seperti diketahui, Partai Perindo menggelar webinar bertajuk "Tantangan, Radikalisme & Konsolidasi Demokrasi". Webinar ini dipandu Sekjen Partai Perindo Ahmad Rofiq selaku moderator.

Narasumber dalam acara virtual ini adalah Ketua DPP Partai Perindo Bidang Pertahanan dan Keamanan Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, dan Pengamat Politik Said Salahuddin.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement