Gadis Bermata Hijau Afghanistan di Sampul National Geographic Dievakuasi ke Italia

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 26 November 2021 15:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 26 18 2507938 gadis-bermata-hijau-afghanistan-di-sampul-national-geographic-dievakuasi-ke-italia-QCR2SQtS7a.jpg Foto ikonik Sharbat Gulla di sampul majalah National Geographic. (Foto: Reuters)

ROMA - Gadis bermata hijau dari Afghanistan yang terkenal setelah menjadi fotonya dipublikasikan majalah National Geographic telah tiba di Italia sebagai bagian dari evakuasi warga menyusul pengambilalihan oleh Taliban. Evakuasi Sharbat Gulla dikonfirmasi oleh pemerintah Italia pada Kamis (25/11/2021).

Kantor Perdana Menteri Mario Draghi mengatakan Italia mengatur evakuasi Gulla setelah dia meminta bantuan untuk meninggalkan Afghanistan. Pemerintah Italia sekarang akan membantu membuatnya terintegrasi ke dalam kehidupan di Italia, kata pernyataan itu sebagaimana dilansir The Week.

BACA JUGA: KTP Palsu, Ikon 'Gadis Afghanistan' Ditangkap di Pakistan

Gulla mendapatkan ketenaran internasional pada 1984 sebagai seorang gadis pengungsi Afghanistan, setelah foto fotografer perang Steve McCurry tentang dirinya, dengan mata hijau yang tajam, diterbitkan di sampul National Geographic.

Foto yang diambil di Kamp Pengungsi Nasir Bagh, Peshawar, Pakistan itu bahkan disamakan dengan lukisan termasyhur Monalisa karya Leonardo Da Vinci karena kemiripan ekspresi dan tatapan mata yang tajam ke arah kamera.

McCurry kembali menemukan Gulla pada 2002.

BACA JUGA: Penerjemah Penyelamat Joe Biden Akhirnya Dievakuasi dari Afghanistan

Pada 2014, dia muncul di Pakistan tetapi bersembunyi ketika pihak berwenang menuduhnya membeli kartu identitas Pakistan palsu dan memerintahkannya untuk dideportasi. Dia diterbangkan ke Kabul di mana presiden menyelenggarakan resepsi untuknya di istana presiden dan menyerahkan kunci apartemen barunya.

Italia adalah salah satu dari beberapa negara Barat yang menerbangkan ratusan warga Afghanistan keluar dari negara itu setelah kepergian pasukan Amerika Serikat (AS) dan pengambilalihan Taliban pada Agustus.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini