Dikenal karena retorika anti-migran dan anti-Islamnya yang berapi-api, Zemmour melonjak dalam jajak pendapat pada Oktober. Pada satu titik, sekitar 18% orang mengatakan mereka akan memilihnya di putaran pertama pemilihan presiden, yang dijadwalkan 10 April. Ini akan cukup bagi Zemmour untuk menghadapi Presiden Emmanuel Macron di putaran kedua.
Dia meraih hasil polling antara 13% dan 15% bulan ini, menurut survei terbaru yang dikutip oleh media Prancis.
Zemmour didenda beberapa kali di masa lalu karena menghasut kebencian terhadap Muslim. Dia saat ini diadili karena menyebut migran anak sebagai “pencuri, pembunuh (dan) pemerkosa.”
(Rahman Asmardika)